Surabaya, SuaraRakyat62.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu dengan menyalurkan bantuan pendidikan kepada 7.380 siswa SMA, SMK, dan MA sederajat dari keluarga kategori desil 1 hingga 5. Program tersebut diharapkan mampu meringankan beban ekonomi keluarga sekaligus memastikan peserta didik dapat melanjutkan pendidikan tanpa terkendala biaya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Eri Cahyadi Perkuat Akses Pendidikan, 7.380 Siswa Terima Beasiswa dan Perlengkapan Sekolah

Bantuan pendidikan itu diserahkan langsung oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, di Gelanggang Remaja Surabaya, Jumat (10/7/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Eri menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan tidak hanya berupa dukungan biaya pendidikan, tetapi juga perlengkapan sekolah lengkap, mulai dari seragam putih abu-abu, seragam pramuka, sepatu, hingga kaus kaki.

“Hari ini kita memberikan beasiswa sekaligus seragam kepada anak-anak kita yang masuk SMA kelas 1. Tapi yang kelas 2 dan kelas 3 juga kita berikan agar seragamnya juga baru. Semoga ini bermanfaat,” ujar Eri.

Selain perlengkapan sekolah, Pemkot Surabaya juga memberikan bantuan biaya pendidikan kepada siswa SMA dan SMK swasta yang berasal dari keluarga kategori desil 1 hingga 5. Setiap siswa menerima bantuan sebesar Rp350 ribu per bulan atau hampir Rp4 juta per tahun.

Eri menegaskan bahwa bantuan tersebut diberikan agar siswa dari keluarga prasejahtera dapat bersekolah tanpa terbebani biaya tambahan. Karena itu, sekolah swasta penerima program diminta tidak lagi membebankan pungutan kepada siswa yang telah memperoleh bantuan dari pemerintah.

“Khusus anak-anak yang sekolah di swasta dan masuk desil 1 sampai 5, kita berikan bantuan Rp350 ribu per bulan. Dengan adanya bantuan ini, tidak boleh lagi ada pungutan kepada anak-anak tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, bagi siswa yang menempuh pendidikan di sekolah negeri, Eri memastikan seluruh biaya pendidikan telah ditanggung pemerintah sehingga tidak diperkenankan adanya pungutan dalam bentuk apa pun.

Selain menyerahkan bantuan, Wali Kota Surabaya juga memberikan pesan kepada para pelajar agar memanfaatkan kesempatan belajar dengan sebaik-baiknya serta menjauhi berbagai perilaku negatif yang dapat merusak masa depan.

Ia mengajak para siswa untuk tidak terlibat dalam geng motor, balap liar, tawuran, maupun aktivitas lain yang melanggar hukum. Sebaliknya, para pelajar didorong aktif mengikuti kegiatan positif di sekolah maupun lingkungan tempat tinggal.

Menurut Eri, bantuan pendidikan tersebut disalurkan berdasarkan data masyarakat kategori desil 1 hingga 5 sehingga penerima dipastikan berasal dari keluarga yang benar-benar membutuhkan, bukan berdasarkan sistem kuota.

Program ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Surabaya dalam meningkatkan pemerataan akses pendidikan sekaligus memastikan tidak ada anak yang putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi. Melalui dukungan pendidikan yang berkelanjutan, Pemkot berharap kualitas sumber daya manusia di Surabaya terus meningkat seiring dengan terwujudnya kesejahteraan masyarakat.

 

(Ani)