Malang, Suararakyat62.com

Polemik backdrop acara halal bihalal Perumda Tirta Kanjuruhan memicu kecaman keras dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Malang. Dalam acara tersebut, foto Wakil Bupati Malang Hj. Lathifah Shohib tidak ditampilkan, sementara backdrop hanya memuat foto Bupati Malang dan Sekretaris Daerah.
PKB menilai tindakan ini bukan sekadar kelalaian teknis, melainkan penghinaan terhadap partai dan sosok Wakil Bupati. “Ini bukan ketidaktahuan aturan, melainkan kesengajaan. Kami menganggap ini penghinaan berat terhadap PKB,” tegas Anggota DPRD Kabupaten Malang dari Fraksi PKB, Gus Mahrus Ali.
Sebagai kader PKB sekaligus bagian dari kelompok Muhibbin para pendiri Nahdlatul Ulama (NU), Gus Mahrus menekankan bahwa Lathifah Shohib adalah cucu KH Hasyim Asy’ari, KH Wahab Hasbullah, dan KH Bisri Syansuri. “Bu Wabup adalah cucu pendiri NU. Mengabaikan beliau sama saja merendahkan marwah NU dan warga Nahdiyyin,” ujarnya.
Menurutnya, para Muhibbin di Malang Raya berjumlah ratusan ribu orang dan merasa tersinggung atas sikap Direktur Utama Perumda Tirta Kanjuruhan, Samsul Hadi. “Jika Samsul Hadi tidak segera meminta maaf, kami bersama para Muhibbin akan mendatangi kantor Tirta Kanjuruhan. Kami juga akan mendesak Bupati Malang meninjau ulang keberadaan Samsul sebagai direktur utama,” tegasnya.
Gus Mahrus menilai kasus ini bukan sekadar persoalan internal perusahaan daerah, melainkan menyangkut penghormatan terhadap struktur pemerintahan dan simbol NU yang berakar kuat di Malang Raya. “Menghina cucu pendiri NU berarti merendahkan sejarah dan perjuangan NU. Kami warga Nahdiyyin tidak akan tinggal diam,” pungkasnya.
Sementara itu, Direktur Perumda Tirta Kanjuruhan H. Samsul Hadi belum memberikan tanggapan atas polemik ini. Pesan yang dikirimkan Suararakyat melalui WhatsApp hingga berita ini ditulis belum mendapat balasan.




