SUARARAKYAT62, BLITAR – Aliansi Cipayung Plus Blitar Raya yang terdiri dari berbagai organisasi mahasiswa dan kepemudaan menggelar aksi bertajuk “Evaluasi Kebijakan Kebobrokan Nasional” di depan Gedung DPRD Kabupaten Blitar, Kamis (25/6/2026).

Dalam aksi tersebut, perwakilan massa menyerahkan dokumen tuntutan secara langsung kepada pihak DPRD Kabupaten Blitar sebagai bentuk sikap kritis mahasiswa terhadap kondisi bangsa yang dinilai semakin memprihatinkan.
Aksi ini menyoroti berbagai persoalan nasional, mulai dari kenaikan harga kebutuhan pokok, kebijakan ekonomi yang dinilai membebani keuangan negara, lemahnya pemberantasan korupsi, hingga menguatnya praktik represi terhadap masyarakat sipil.
Selain itu, mahasiswa juga mendesak pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan guru honorer dan tenaga pendidik, mengevaluasi program-program strategis nasional yang dianggap tidak tepat sasaran, serta mengembalikan fungsi TNI dan Polri sesuai amanat perundang-undangan.
Ketua DPC GMNI Blitar, Adrian Nugraha Ardi, menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral dan konstitusional mahasiswa dalam mengawal jalannya pemerintahan.
“Kami hadir bukan untuk mencari sensasi ataupun menciptakan kegaduhan. Kami hadir membawa suara rakyat yang hari ini semakin terbebani oleh berbagai kebijakan yang tidak berpihak kepada kepentingan masyarakat luas. Melalui aksi ini, kami mendesak pemerintah untuk segera mengevaluasi kebijakan yang merugikan rakyat, memperkuat pemberantasan korupsi, menjamin kesejahteraan tenaga pendidik, serta mengembalikan demokrasi pada jalurnya,” ujar Adrian.
Ia juga menegaskan bahwa Cipayung Plus Blitar Raya akan terus mengawal tuntutan tersebut melalui jalur konstitusional apabila tidak mendapatkan respons serius dari pemerintah maupun lembaga terkait.
“Gerakan mahasiswa akan terus menjadi garda terdepan dalam mengawal kepentingan rakyat. Kami akan terus melakukan konsolidasi dan pengawasan terhadap kebijakan pemerintah demi terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya.
Aksi berlangsung dengan tertib dan mendapat pengawalan dari aparat keamanan. Mahasiswa berharap seluruh tuntutan yang telah disampaikan dapat menjadi perhatian serius bagi pemerintah demi terciptanya kebijakan yang lebih berpihak kepada rakyat.




