Kota Pasuruan, SuaraRakyat62.com – Pemerintah Kota Pasuruan terus memperkuat komitmen mewujudkan sanitasi yang layak dan perilaku hidup bersih dan sehat melalui program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

Upaya tersebut dilakukan melalui rangkaian sosialisasi, verifikasi data hingga verifikasi lapangan sebagai bagian dari proses penilaian STBM di Kota Pasuruan. Sebelum verifikasi oleh Tim Provinsi Jawa Timur, Dinas Kesehatan Kota Pasuruan terlebih dahulu melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui kegiatan Car Free Day di Alun-Alun Kota Pasuruan.
Sosialisasi tersebut menjadi sarana edukasi publik untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya sanitasi, kebersihan lingkungan, serta perubahan perilaku yang mendukung pola hidup sehat.
Rangkaian verifikasi STBM kemudian dilaksanakan pada 11–14 Agustus 2026. Tahap awal dilakukan pada 11 Agustus melalui verifikasi data tingkat Kota Pasuruan untuk memastikan kelengkapan dan kesesuaian data capaian STBM.
Selanjutnya, pada 12 Agustus dilaksanakan verifikasi virtual tingkat kota yang kemudian dilanjutkan dengan verifikasi lapangan. Tim melakukan peninjauan langsung untuk melihat implementasi STBM sekaligus berbagai inovasi yang telah dikembangkan di tengah masyarakat.
Sementara pada 14 Agustus 2026, proses verifikasi dilanjutkan pada tingkat Provinsi Jawa Timur melalui verifikasi data dan verifikasi virtual bersama Tim Verifikator STBM Provinsi Jawa Timur.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pasuruan, dr. Shierly Marlena, M.M., menegaskan bahwa rangkaian verifikasi STBM tidak semestinya dimaknai hanya sebagai proses untuk memperoleh pengakuan atau penghargaan.
Menurutnya, tujuan utama STBM adalah mendorong perubahan perilaku masyarakat secara berkelanjutan sehingga lingkungan menjadi lebih sehat dan kualitas hidup warga meningkat.
“STBM bukan hanya tentang penghargaan, tetapi yang paling penting adalah bagaimana terjadi perubahan perilaku masyarakat dan peningkatan kualitas hidup secara nyata,” ujar dr. Shierly saat dikonfirmasi awakmedia, Selasa (18/8/2026).

Ia menilai keberhasilan program sanitasi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat, kader kesehatan, sanitarian, dunia usaha, serta lintas sektor lainnya.
Karena itu, Dinas Kesehatan terus mendorong penguatan kolaborasi agar penerapan STBM tidak berhenti pada kegiatan verifikasi, tetapi menjadi kebiasaan yang tumbuh dan dipertahankan masyarakat.
Pelaksanaan verifikasi sekaligus menjadi momentum bagi Kota Pasuruan untuk menunjukkan berbagai upaya yang telah dilakukan dalam meningkatkan sanitasi dan perilaku hidup bersih dan sehat.
Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, kader, tenaga sanitarian, dunia usaha, dan berbagai unsur lintas sektor menjadi bagian penting dalam memperkuat pelaksanaan STBM.
Pendekatan berbasis masyarakat dinilai penting karena perubahan perilaku tidak dapat hanya dilakukan melalui program pemerintah. Kesadaran dan keterlibatan warga menjadi faktor utama agar kebiasaan hidup bersih dan sehat dapat diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Pemkot Pasuruan berharap gerakan STBM semakin kuat dan mampu menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, serta berkelanjutan.
Dengan demikian, keberhasilan STBM tidak hanya diukur dari hasil verifikasi, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat mampu menjaga sanitasi dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat secara mandiri dan berkelanjutan.
STBM pada akhirnya bukan sekadar target administratif, melainkan investasi jangka panjang untuk kesehatan dan kualitas hidup masyarakat Kota Pasuruan.
(Zen_Satuman)




