Kota Malang, SuaraRakyat62.com – Polresta Malang Kota menggelar Simulasi Sistem Pengamanan Markas Komando (Sispam Mako) sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan demo anarkis. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat (12/9) dengan melibatkan sekitar 500 personel dari berbagai fungsi.

Simulasi dipimpin langsung Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Nanang Haryono, SH, SIK, MSi, didampingi Wakapolresta AKBP Oskar Syamsuddin. Dalam skenario, massa digambarkan terus bertambah dan mulai melakukan aksi anarkis seperti pelemparan batu, pembakaran ban, hingga upaya menerobos markas polisi.
Untuk mengantisipasi, berbagai sarana taktis dikerahkan, mulai dari kendaraan rantis, tim sniper, hingga pasukan Dalmas yang disiagakan penuh. Latihan juga meliputi negosiasi dengan massa, pemantauan lewat MCC dan CCTV, serta penindakan sesuai prosedur.
“Kami ingin seluruh anggota memahami langkah-langkah mulai dari pencegahan hingga penindakan. Sispam Mako adalah bentuk kesiapsiagaan Polri agar tidak ragu saat menghadapi ancaman nyata,” tegas Kombes Nanang.
Dalam simulasi, personel juga dilatih menghadapi ancaman bom molotov, senjata tajam, dan kebakaran. Anggota Dalmas diberi latihan khusus untuk sigap memadamkan api, sementara tim sniper ditempatkan di titik strategis sebagai pengamanan tambahan.
Selain kesiapsiagaan internal, Kapolresta juga menekankan pentingnya kolaborasi eksternal melalui program “Warga Jaga Warga, Warga Jaga Kota, dan Warga Jaga Sesama”, dengan melibatkan tokoh agama, pemuda, dan elemen masyarakat dalam menjaga kondusifitas Kota Malang.
Sebagai penutup, ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu menyesatkan, terutama melalui media sosial. “Penyampaian pendapat dilindungi undang-undang, tetapi bila berujung pada perusakan dan kekerasan, itu melanggar hukum dan merugikan semua pihak,” pungkas Kombes Nanang.
Pewarta; Mak Ila
Sumber; Humas Polresta Malang




