SUARARAKYAT62, ROKAN HULU – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di sejumlah daerah di Riau kembali mengalami penurunan pada pekan ini. Kondisi tersebut membuat para petani sawit mengeluh lantaran pendapatan mereka semakin tertekan di tengah tingginya biaya pupuk dan kebutuhan hidup sehari-hari, Jumat (22/5/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Harga Sawit Terjun Bebas, Sejumlah Petani Sawit Menjerit

Dikutip dari Media Center Riau, berdasarkan hasil penetapan harga terbaru, harga TBS sawit mitra plasma di Provinsi Riau periode 21–27 Mei 2026 turun menjadi Rp3.866,90 per kilogram untuk kelompok umur 9 tahun. Penurunan ini dipengaruhi melemahnya harga crude palm oil (CPO) dan kernel di pasar.

Sejumlah petani di Kabupaten Rokan Hulu mengaku kecewa dengan kondisi harga sawit yang terus mengalami fluktuasi dalam beberapa pekan terakhir. Mereka menilai pemerintah perlu hadir untuk menjaga kestabilan harga agar petani kecil tidak terus menjadi korban.

“Kalau harga terus turun seperti ini, kami susah. Biaya pupuk mahal, biaya panen naik, sementara hasil jual sawit semakin kecil,” ujar salah seorang petani sawit di Kecamatan Rambah Samo.

Petani berharap adanya langkah nyata dari pemerintah daerah maupun pusat untuk mengendalikan harga sawit serta memastikan perusahaan pabrik kelapa sawit membeli TBS sesuai harga ketetapan pemerintah.

Sementara itu, Dinas Perkebunan Riau menyebut penurunan harga dipicu turunnya harga penjualan CPO dan kernel pada periode penjualan minggu sebelumnya. Harga kernel bahkan disebut mengalami pelemahan cukup signifikan sehingga berdampak terhadap harga TBS petani.

Kondisi ini membuat banyak petani sawit mulai khawatir, terutama petani swadaya yang sangat bergantung pada hasil panen sawit untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari. Mereka berharap harga sawit segera kembali membaik agar perekonomian masyarakat petani kembali stabil.

(es)