Kediri, SuaraRakyat62.com – Pemerintah Kabupaten Kediri terus memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu penopang utama perekonomian daerah. Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau yang akrab disapa Mas Dhito menyalurkan bantuan 200 ton benih jagung senilai Rp19 miliar kepada ribuan petani di Kabupaten Kediri sebagai upaya menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan produktivitas hasil panen.

Bantuan tersebut menyasar 683 kelompok tani yang tersebar di 26 kecamatan dengan cakupan lahan mencapai 13.300 hektare. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis kepada empat kelompok tani sebagai tanda dimulainya distribusi benih kepada seluruh penerima manfaat.
Mas Dhito menegaskan, bantuan benih jagung merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Kediri dalam mendukung petani menghadapi musim tanam. Menurutnya, pemerintah hadir tidak hanya sebagai regulator, tetapi juga memberikan dukungan nyata agar petani dapat meningkatkan hasil produksi dengan biaya yang lebih ringan.
“Kita tidak berhenti di sini, karena setelah benih kita masih memiliki bantuan nanti alsintan, jumlahnya nanti ditunggu saja,” ujar Mas Dhito usai menyerahkan bantuan benih jagung, Kamis (2/7/2026).
Selain bantuan benih, Pemerintah Kabupaten Kediri juga telah menyiapkan program pengadaan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang akan disalurkan secara bertahap. Dukungan tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi proses budidaya, mempercepat pengolahan lahan, hingga menekan biaya operasional yang selama ini menjadi beban petani.

Mas Dhito menekankan bahwa perhatian pemerintah tidak hanya berfokus pada proses produksi. Kepastian pasar dan stabilitas harga hasil panen juga menjadi prioritas agar petani memperoleh keuntungan yang layak atas usaha mereka.
Untuk itu, ia memastikan hasil panen jagung petani akan mendapat dukungan penyerapan oleh Perum Bulog sesuai harga pembelian pemerintah, sehingga petani tidak lagi dihantui fluktuasi harga saat musim panen raya.
“Pasca panen ini biasanya yang dikeluhkan petani adalah harga yang tidak menentu. Untuk komoditas jagung sudah ditetapkan Rp5.500 per kilogram diserap oleh Bulog,” tegas bupati yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri.
Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Kediri, luas lahan jagung di wilayah tersebut saat ini mencapai sekitar 56.000 hektare dengan total produksi mencapai 392.000 ton per tahun. Rata-rata produktivitas jagung berada di kisaran 7 ton per hektare, menjadikan Kabupaten Kediri sebagai salah satu daerah penghasil jagung terbesar di Jawa Timur.
Dalam kesempatan tersebut, Mas Dhito juga memanfaatkan momentum untuk berdialog langsung dengan para petani. Ia mendengarkan berbagai masukan mengenai tantangan yang dihadapi di lapangan, mulai dari kebutuhan sarana produksi hingga strategi meningkatkan hasil panen secara berkelanjutan.
Salah seorang petani asal Desa Wonorejo, Kecamatan Puncu, Ahmad Rudianto, mengungkapkan bahwa lahan pertanian di wilayahnya mampu menghasilkan hingga 9 ton jagung per hektare. Capaian tersebut didukung oleh pemanfaatan pupuk organik yang berasal dari limbah peternakan, mengingat sebagian besar warga setempat tidak hanya bertani tetapi juga beternak.
“Kita banyak menggunakan organiknya, karena di daerah kami selain bertani warga juga berternak,” ujarnya.
Program bantuan benih, penguatan sarana produksi, hingga jaminan penyerapan hasil panen menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kabupaten Kediri dalam membangun sektor pertanian yang lebih modern, produktif, dan berdaya saing. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah maupun nasional di tengah tantangan perubahan iklim dan dinamika harga komoditas.
(Putera/Pr)




