PEKANBARU, Suararakyat62.com – Suasana haru mewarnai Konferensi Pertama Federasi Serikat Buruh Perkebunan Indonesia–Konfederasi Kongres Aliansi Buruh Indonesia (F.SBPI-KASBI) Riau tahun 2026. Ketua F.SBPI-KASBI Riau, Waonasokhi Giawa, tak kuasa menahan air mata saat menyampaikan sambutannya di hadapan para pengurus dan perwakilan Pimpinan Unit Kerja (PUK) yang hadir, Sabtu(17/10/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Ketua FSBPI-KASBI Riau Teteskan Air Mata di Konferensi Pertama, Kenang Tiga Tahun Perjuangan Buruh

Tangis haru tersebut pecah ketika Waonasokhi mengenang perjalanan perjuangan dirinya bersama tim selama tiga tahun terakhir dalam memperjuangkan hak-hak buruh, khususnya pekerja di sektor perkebunan.

Dalam sambutannya, ia mengungkapkan bahwa perjalanan organisasi tidak selalu berjalan mudah. Berbagai tekanan dan ancaman, bahkan yang disebutnya turut menyentuh keluarganya, menjadi bagian dari dinamika perjuangan yang harus dihadapi selama menjalankan tugas sebagai pimpinan serikat buruh.

Menurutnya, perjuangan tersebut dilandasi keprihatinan terhadap kondisi para pekerja yang, menurut penilaiannya, masih menghadapi persoalan pemenuhan hak-hak normatif di sejumlah perusahaan.

Air mata yang menetes di tengah sambutannya menjadi momen emosional dalam konferensi tersebut, sekaligus menggambarkan beratnya dinamika yang ia rasakan selama mendampingi dan memperjuangkan kepentingan para buruh.

Waonasokhi berharap seluruh anggota F.SBPI-KASBI Riau semakin kompak dan solid dalam memperjuangkan hak-hak pekerja sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Ia menekankan pentingnya persatuan dan kekuatan organisasi agar buruh memiliki wadah perjuangan yang mampu menyuarakan aspirasi serta mengawal pemenuhan hak-hak normatif mereka.

Konferensi Pertama F.SBPI-KASBI Riau tahun 2026 ini juga menjadi penanda berakhirnya masa kepemimpinan Waonasokhi Giawa selama tiga tahun.

Agenda kemudian dilanjutkan dengan proses pemilihan ketua baru yang melibatkan pengurus dan perwakilan PUK yang hadir.

Pergantian kepemimpinan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi, menjaga solidaritas antarburuh, serta melanjutkan perjuangan dalam mendorong terpenuhinya hak-hak pekerja sesuai aturan yang berlaku.

Konferensi ini bukan hanya menjadi forum evaluasi dan pergantian kepemimpinan, tetapi juga momentum bagi F.SBPI-KASBI Riau untuk meneguhkan kembali komitmennya dalam memperjuangkan kesejahteraan dan perlindungan buruh.(Esra)