Kota Pasuruan, SuaraRakyat62.com – Demi menjaga nama baik lembaga sekaligus meluruskan kesalahpahaman yang berkembang di tengah masyarakat, pihak SMKN 1 Pasuruan bergerak cepat dan terbuka menyikapi beredarnya kembali sebuah video bermuatan asusila yang dikaitkan dengan lingkungan sekolah.

Begitu memperoleh informasi mengenai beredarnya kembali video tersebut, pihak sekolah langsung melakukan langkah penanganan dan klarifikasi untuk memastikan fakta yang sebenarnya.
Wakil Kepala SMKN 1 Pasuruan, Tri Gunanto, menyampaikan bahwa pihak sekolah segera memanggil kedua pihak yang disebut terlibat dalam video tersebut untuk memperoleh keterangan secara langsung.
“Segera setelah kami mengetahui kabar tersebut, pihak sekolah langsung memanggil kedua pihak yang disebut terlibat. Kami mengonfirmasi keterangan secara langsung, memverifikasi fakta, dan meminta dibuatkan surat pernyataan semata-mata agar kebenaran tersampaikan secara utuh dan nama baik sekolah tidak terus-menerus ternoda oleh informasi yang tidak tepat,” tegas Tri Gunanto, Kamis (17/9/2026).
Berdasarkan hasil klarifikasi dan surat pernyataan yang dibuat, pihak sekolah memperoleh sejumlah keterangan terkait peristiwa tersebut.
Pertama, peristiwa dalam video tersebut terjadi sekitar tiga tahun lalu, ketika pihak perempuan masih duduk di bangku kelas 10, sedangkan pihak laki-laki duduk di kelas 11.
Peristiwa tersebut disebut berlangsung di dalam kelas dan di luar jam belajar, tepatnya saat jam pulang sekolah. Kondisi tersebut menyebabkan kejadian luput dari pantauan pengawasan pihak sekolah.
Pihak sekolah mengakui kondisi tersebut sebagai sebuah kekurangan yang perlu segera diperbaiki, khususnya dalam hal sistem pengawasan terhadap siswa setelah kegiatan belajar mengajar selesai.
Kedua, saat ini kedua pihak yang terdapat dalam video tersebut sudah berstatus sebagai alumni atau lulusan, bukan lagi siswa aktif SMKN 1 Pasuruan. Keduanya telah dinyatakan lulus pada tahun pelajaran 2025–2026.
Ketiga, video yang saat ini kembali beredar merupakan video lama yang disebarkan kembali, sehingga menimbulkan kesan keliru seolah-olah peristiwa tersebut baru saja terjadi.
Sekolah Evaluasi Pengawasan
Menyikapi kejadian tersebut, mantan guru SMKN 1 Pasuruan yang kini telah purnabakti, Prapto, mengatakan bahwa pihak sekolah selama ini telah berupaya melakukan pengawasan terhadap siswa, termasuk ketika jam pulang sekolah.
“Kami memang selalu berupaya mengawasi hampir setiap hari saat siswa pulang, kami berkeliling mengecek ruang kelas satu per satu. Namun ternyata belum sempurna, masih ada yang luput. Ini menjadi cermin bagi kami. Ke depan, sistem pengawasan akan kami perketat, diperdalam, dan ditingkatkan secara menyeluruh, agar hal serupa tidak terulang lagi,” ujarnya.
Menurutnya, evaluasi tersebut menjadi bagian penting untuk meningkatkan pengawasan di lingkungan sekolah agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Sementara itu, Tri Gunanto menegaskan bahwa langkah klarifikasi yang dilakukan pihak sekolah bukan sekadar untuk memberikan penjelasan kepada publik. Lebih dari itu, langkah tersebut dilakukan untuk menjaga martabat lembaga sekaligus melindungi pihak-pihak yang terlibat dari dampak yang tidak perlu akibat beredarnya kembali video lama tersebut.
“Penyebaran ulang konten ini, terlebih dengan memutarbalikkan waktu kejadian dan status pihak yang terlibat, sangat merugikan nama baik sekolah. Kami mengimbau seluruh warga sekolah maupun masyarakat luas: hentikan penyebaran, jangan ikut memperkeruh keadaan. Kami juga akan menelusuri siapa yang menyebarkan kembali video ini, agar tidak ada pihak yang dirugikan lebih jauh,” pungkasnya.
Pihak SMKN 1 Pasuruan menegaskan komitmennya untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan, termasuk memperketat sistem pengawasan di lingkungan sekolah.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga lingkungan pendidikan tetap aman, bermoral, dan bermartabat, sekaligus memastikan setiap informasi yang beredar terkait sekolah dapat disikapi berdasarkan fakta dan klarifikasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
(Apn/Redaksi)




