Kota Pasuruan, SuaraRakyat62.com – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Kota Pasuruan menjadi momentum untuk memperkuat peran santri dalam pembangunan bangsa, mulai dari penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, pengembangan inovasi, hingga penguatan kemandirian ekonomi masyarakat.

Upacara peringatan Hari Santri Nasional tersebut digelar pada Kamis (22/10/2026) pukul 06.00 WIB di Lapangan Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah, Jalan Patiunus Nomor 25, Kelurahan Krampyangan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan. Kegiatan mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”.
Wakil Wali Kota Pasuruan, H. M. Nawawi, S.Kom., M.M., bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan amanat Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A.

Dalam amanat tersebut, Hari Santri ditegaskan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk mengenang perjuangan para ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia, sekaligus melanjutkan pengabdian melalui karya nyata bagi masyarakat dan negara.
Santri Didorong Menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Amanat Menteri Agama menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam menghadapi tantangan zaman. Santri diharapkan tidak hanya mendalami ilmu agama, tetapi juga menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, mengembangkan inovasi, serta memiliki akhlak mulia dan integritas.
Santri juga didorong untuk berani mengembangkan cita-cita dan mengambil berbagai peran strategis di tengah masyarakat, baik sebagai ulama, ilmuwan, pendidik, pengusaha, tenaga profesional, maupun pemimpin bangsa.
Pesan tersebut menegaskan bahwa tradisi pesantren dan kemajuan zaman bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan. Sebaliknya, nilai-nilai keislaman dan tradisi luhur pesantren perlu berjalan beriringan dengan keterbukaan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dengan bekal tersebut, santri diharapkan mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan masyarakat serta berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Pesantren Diharapkan Perkuat Pendidikan dan Ekonomi Umat
Selain menekankan pentingnya pendidikan, amanat Menteri Agama juga menyoroti tiga fungsi utama pesantren, yakni pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.
Dalam bidang pendidikan, pesantren diharapkan terus melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak mulia, mandiri, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Di bidang dakwah, pesantren memiliki peran dalam menyebarkan nilai-nilai Islam yang membawa kedamaian, memperkuat kerukunan, serta menjaga persatuan bangsa.
Sementara dalam pemberdayaan masyarakat, pesantren diharapkan dapat mendorong kemandirian ekonomi, meningkatkan kesejahteraan, mengembangkan potensi ekonomi umat, dan menghadirkan solusi atas berbagai persoalan sosial.

Penguatan ketiga fungsi tersebut dinilai penting agar pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga berkontribusi dalam pembangunan nasional dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dihadiri Unsur Pemerintah, TNI-Polri, dan Tokoh Keagamaan
Upacara Hari Santri Nasional 2026 di Kota Pasuruan dihadiri sejumlah unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, lembaga negara, serta tokoh agama dan organisasi kemasyarakatan.
Di antaranya Kapolres Pasuruan Kota AKBP Arief Ardiansyah Prasetyo, S.I.K., S.H., M.H.; Ketua DPRD Kota Pasuruan H. M. Toyib, S.H.; Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pasuruan H. Rasyidi, S.Ag., M.Si.; serta Ketua PCNU Kota Pasuruan H. M. Nailur Rochman, S.IP., M.Pd., M.M.
Turut hadir Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah dan Bayt Al-Hikmah KH. M. Idris Hamid, Lc., Ketua MUI Kota Pasuruan Dr. KH. Abdullah Shodiq, M.Pd., serta sejumlah pejabat daerah, perwakilan TNI, pengurus NU, dan undangan lainnya. Jumlah tamu undangan tercatat sekitar 150 orang.
Rangkaian upacara meliputi pengibaran bendera Merah Putih, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, mengheningkan cipta, pembacaan Pancasila, Pembukaan UUD 1945, Resolusi Jihad, serta Ikrar Santri. Kegiatan juga diisi dengan pembacaan Mars Syubbanul Wathon atau Ya Lal Wathon dan doa.
Penyerahan Sertifikat Wakaf dan Bantuan Sosial
Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan sejumlah agenda sosial dan kemasyarakatan. Agenda tersebut meliputi penyerahan sertifikat wakaf nadzir Badan Hukum Perkumpulan Nahdlatul Ulama (BHPNU), penyerahan enam sertifikat wakaf, serta bantuan melalui program Pasuruan Cerdas dan Peduli.
Selain itu, dilakukan penyerahan bantuan untuk tempat ibadah serta kegiatan penghijauan melalui penanaman bibit tanaman buah yang diperuntukkan bagi pondok pesantren, lembaga pendidikan, dan madrasah di bawah naungan LP Ma’arif NU serta RMI NU Kota Pasuruan.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kepedulian sosial, mendukung pendidikan, serta mendorong pemanfaatan lingkungan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Hari Santri sebagai Momentum Pengabdian Nyata
Peringatan Hari Santri Nasional 2026 mengingatkan kembali bahwa perjuangan santri tidak berhenti pada catatan sejarah. Semangat yang diwariskan para ulama dan pendahulu bangsa perlu diwujudkan melalui pendidikan, kejujuran, kerja keras, persatuan, serta pengabdian kepada masyarakat.
Dengan tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, santri diharapkan mampu menjadi generasi yang berilmu, berakhlak mulia, berdaya saing, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
Upacara Hari Santri Nasional 2026 di Kota Pasuruan berakhir sekitar pukul 08.00 WIB. Berdasarkan laporan kegiatan, seluruh rangkaian acara berlangsung aman dan kondusif.
Penulis; Zen_Satuman




