KOTA PASURUAN, SUARARAKYAT62.COM Sebuah babak baru terukir di Desa Krapyakrejo, Kec.Gadingrejo Pada Minggu, 1 November 2026, ratusan warga dari dalam desa maupun dusun-dusun sekitar berbondong-bondong hadir menyambut kembali digelarnya acara Car Free Day (CFD) sekaligus Senam Pagi Semilir Saujana di Jalan Jolondriyo, Krapyakrejo. Acara yang sempat terhenti selama Dua bulan ini kini bangkit kembali, dikelola langsung oleh Pemuda Syeh Meneng.

Selama masa terhenti, para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kerap bertanya kapan kegiatan tersebut akan kembali di selenggarakan. Menanggapi antusiasme warga, Pemuda Syeh Meneng mengambil inisiatif untuk menghidupkan kembali acara yang dulunya dikelola oleh Karang Taruna. Langkah ini disambut hangat dan penuh semangat oleh seluruh lapisan masyarakat.
Sejak pukul 06.00 WIB, Jalan Jolondriyo yang dikelilingi hamparan persawahan hijau mulai dipadati pengunjung. Kegiatan dimulai dengan senam pagi bersama yang dipandu langsung oleh Ibu Dewi selama kurang lebih satu jam, menjadi pembuka yang menyegarkan bagi warga dari anak-anak, remaja, hingga para orang tua.
Mas Andika, Ketua Pemuda Syeh Meneng sekaligus penggerak utama kegiatan ini, menyampaikan bahwa kehadiran CFD bukan sekadar ajang berkumpul. “Kami juga menyiapkan area bermain anak, lomba mewarnai gambar, jajanan khas tradisional, serta penampilan drum band agar keluarga yang hadir merasa betah dan suasana semakin akrab,” ujarnya.
Dukungan kuat turut disampaikan oleh Pak Amali, Ketua RW setempat. Ia menyambut baik langkah positif para pemuda dalam menghidupkan kembali wadah bagi para pelaku UMKM. “Sangat membanggakan melihat ratusan warga, bahkan dari dusun lain, datang berdatangan. Kali ini kami menyiapkan 40 lapak UMKM khusus untuk warga Krapyakrejo agar produk lokal kampung kami semakin dikenal dan berkembang,” tuturnya.
Jalan yang biasanya dilewati kendaraan pun sementara ditutup dan diubah menjadi deretan stan bazar yang memajang aneka produk asli daerah ini. Mulai dari jajanan tradisional seperti nasi jagung, nasi kuning bakso idola, hingga lukisan buatan warga, semuanya tersaji di sana. Lokasi yang terbentang di tepi persawahan dengan latar pegunungan menjadi daya tarik tersendiri, tak hanya untuk berbelanja, namun juga menjadi tempat favorit pengunjung berfoto menikmati pemandangan yang asri.
Kerja sama yang erat antara Pemuda Syeh Meneng, para Ketua RT dan RW, tokoh masyarakat, serta petugas Keamanan Lingkungan (Linmas) menjadi kunci kesuksesan edisi pertama menghidupkan kembali CFD yang sempat gak berjalan bukan sekadar hiburan, melainkan ruang kebangkitan gotong royong, gaya hidup sehat, dan pemberdayaan ekonomi warga.
Menutup keterangannya, Mas Andika berkomitmen agar kegiatan ini terus berlanjut. “Kami bertekad menjadikan Car Free Day agenda rutin bulanan. Semoga ke depannya, CFD Krapyakrejo dapat menjadi momen yang dinantikan warga tempat berkumpul yang menyehatkan sekaligus mendukung kesejahteraan ekonomi masyarakat kita,” harapnya.
M Yusri
PenuLis : YS




