Gresik, SuaraRakyat62.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik resmi mengoperasikan Sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) Logam di Desa Hulaan, Kecamatan Menganti. Fasilitas tersebut diproyeksikan menjadi pusat produksi bersama bagi pelaku IKM logam sekaligus tempat magang siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Bupati Yani Resmikan Sentra IKM Logam Gresik, Dorong UMKM Naik Kelas

Peresmian Sentra IKM Logam dilakukan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, Selasa (21/7/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Forkopimda, perangkat daerah, perwakilan perguruan tinggi, dunia industri, serta para pelaku IKM.

Bupati Fandi Akhmad Yani mengatakan, kehadiran Sentra IKM Logam merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pengembangan industri manufaktur skala kecil yang selama ini tumbuh di tengah masyarakat.

Menurutnya, Gresik tidak hanya memiliki kawasan industri besar, tetapi juga memiliki potensi industri manufaktur rumahan yang cukup kuat, khususnya di Desa Pelemwatu dan Desa Laban, Kecamatan Menganti. Pelaku usaha di wilayah tersebut memproduksi berbagai kebutuhan berbahan logam, mulai dari peralatan pertanian, konstruksi, hingga perlengkapan peternakan.

“Alhamdulillah, pada 21 Juli 2026 ini Sentra IKM Logam di Kabupaten Gresik, Kecamatan Menganti, Desa Hulaan, resmi kita buka,” ujar Bupati Yani.

Namun, Bupati mengakui salah satu kendala yang masih dihadapi pelaku IKM adalah keterbatasan akses terhadap mesin produksi berkapasitas besar. Tidak semua pelaku usaha memiliki kemampuan untuk membeli atau menyediakan peralatan tersebut secara mandiri.

Karena itu, Sentra IKM Logam dihadirkan sebagai fasilitas bersama yang dapat dimanfaatkan para pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas produk.

“Banyak mesin besar yang mungkin tidak terjangkau oleh para pelaku usaha IKM di dua desa tersebut. Sekarang, fasilitas itu bisa dimanfaatkan melalui Sentra IKM ini,” jelasnya.

Selain memperkuat kapasitas produksi, Bupati Yani juga mendorong terbangunnya kemitraan antara pelaku IKM dengan kawasan industri besar di Kabupaten Gresik, termasuk Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) dan Kawasan Industri Gresik (KIG).

Menurutnya, kerja sama tersebut dapat dikembangkan dalam berbagai bentuk, mulai dari penyediaan bahan baku, pemanfaatan material yang masih layak digunakan, hingga membuka akses pemasaran bagi produk-produk IKM lokal.

“Kami berupaya berkoordinasi dengan kawasan-kawasan industri yang ada di Kabupaten Gresik, khususnya JIIPE dan KIG, untuk ikut berperan serta dalam menyukseskan usaha mikro dan IKM di Kabupaten Gresik,” ujarnya.

Bupati Yani juga menilai keberadaan Sentra IKM Logam memiliki fungsi strategis dalam memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan dunia industri. Fasilitas tersebut akan dimanfaatkan sebagai lokasi magang bagi siswa SMK agar mereka memperoleh pengalaman praktik secara langsung.

Para siswa nantinya dapat belajar mengenai proses produksi, penggunaan mesin, standar kerja industri, hingga terlibat dalam proses pembuatan produk manufaktur. Pengalaman tersebut diharapkan dapat meningkatkan kompetensi siswa sekaligus mempersiapkan mereka memasuki dunia kerja.

“Sentra IKM ini juga akan menjadi tempat magang bagi anak-anak SMK kita. Mudah-mudahan Sentra IKM Logam ini memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi para pelaku usaha, masyarakat, dan anak-anak kita yang sedang menyiapkan diri memasuki dunia industri,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman menjelaskan, pembangunan Sentra IKM Logam dilatarbelakangi besarnya potensi industri logam dan permesinan di Kecamatan Menganti dan wilayah sekitarnya.

Selama ini, para pelaku usaha masih menghadapi sejumlah kendala, mulai dari keterbatasan sarana produksi, akses terhadap teknologi, peningkatan mutu produk, hingga keterhubungan dengan industri besar.

“Sentra IKM Logam ini diharapkan menjadi pusat layanan bersama, pusat produksi, sekaligus pusat pembinaan yang mampu meningkatkan daya saing IKM logam secara signifikan,” kata Washil.

Menurutnya, lokasi pembangunan sentra di Desa Hulaan dipilih dengan mempertimbangkan potensi IKM setempat, ketersediaan lahan, serta aksesibilitas kawasan.

Fasilitas yang tersedia meliputi ruang workshop permesinan, ruang maintenance, instalasi listrik, CCTV, sanitasi, drainase, akses jalan lingkungan, hingga area parkir.

Pembangunan fisik Sentra IKM Logam diselesaikan dalam waktu 150 hari melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Perindustrian Tahun Anggaran 2025. Berdasarkan keterangan Pemkab Gresik, pembangunan telah rampung 100 persen sesuai spesifikasi teknis.

Selain pembangunan gedung, anggaran tersebut juga digunakan untuk pengadaan berbagai mesin dan peralatan yang dapat dimanfaatkan secara bersama oleh para pelaku IKM. Fasilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi, memperbaiki kualitas produk, sekaligus membantu menekan biaya operasional usaha.

Ke depan, Sentra IKM Logam diharapkan dapat menjadi salah satu bagian penting dalam penguatan ekosistem industri di Kabupaten Gresik. Kemitraan antara pelaku IKM, industri besar, dunia pendidikan, dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan mampu membuka lebih banyak peluang usaha sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal.

Di sisi lain, pemanfaatan sentra sebagai tempat magang siswa SMK diharapkan dapat memperkuat keterkaitan antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri. Dengan demikian, keberadaan Sentra IKM Logam tidak hanya mendukung pertumbuhan pelaku usaha, tetapi juga ikut menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan dan lebih siap memasuki dunia kerja.

 

(Suliani)