Kota Pasuruan, SuaraRakyat62.com – Wali Kota Pasuruan Dr. Adi Wibowo, S.TP., M.Si., mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mempercepat transformasi digital sebagai langkah strategis dalam memperluas jangkauan pasar sekaligus meningkatkan daya saing usaha di tengah perubahan ekonomi yang semakin cepat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Dorong UMKM Naik Kelas, Wali Kota Pasuruan Mas Adi Tekankan Digitalisasi dan Kolaborasi

Dorongan tersebut disampaikan Mas Adi saat membuka kegiatan Sosialisasi Literasi Keuangan UMKM Kota Pasuruan, Tangguh & Go Digital, yang digelar Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Pasuruan bersama BPR Kota Pasuruan dan JNE Cabang Kota Pasuruan di Gedung Untung Suropati, Kantor Wali Kota Pasuruan, Rabu (22/7/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan lembaga keuangan untuk memperkuat ekosistem UMKM di Kota Pasuruan. Selain mendorong pemahaman mengenai literasi keuangan, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat membantu pelaku usaha beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan pola transaksi masyarakat.

Dalam sambutannya, Mas Adi menegaskan bahwa digitalisasi tidak boleh dimaknai sebatas penggunaan perangkat teknologi. Menurutnya, transformasi digital juga membutuhkan perubahan pola pikir dan cara kerja agar pelaku UMKM mampu bergerak lebih cepat, efisien, inovatif, serta terbuka terhadap peluang pasar baru.

“Digitalisasi bukan hanya alat teknologi, tetapi membutuhkan mindset yang kuat. Sekarang semuanya serba cepat, serba mudah, dan tidak lagi dibatasi jarak maupun waktu,” ujar Mas Adi.

Ia menjelaskan, perkembangan teknologi telah mengubah pola masyarakat dalam melakukan transaksi dan memenuhi kebutuhan. Jika sebelumnya pelaku usaha mengandalkan penjualan secara langsung, kini produk UMKM dapat dipasarkan melalui berbagai platform digital dan marketplace yang dapat diakses konsumen kapan saja.

Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi peluang yang dimanfaatkan pelaku UMKM lokal. Dengan memanfaatkan teknologi secara tepat, produk-produk lokal Kota Pasuruan memiliki kesempatan untuk menjangkau konsumen yang lebih luas, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga ke berbagai daerah hingga pasar yang lebih besar.

Namun, Mas Adi mengingatkan bahwa transformasi digital harus diikuti dengan peningkatan kualitas produk, pengelolaan keuangan yang baik, serta kemampuan pelaku usaha dalam memahami kebutuhan konsumen.

Selain digitalisasi, Wali Kota Pasuruan juga menekankan pentingnya membangun kolaborasi yang nyata antara pemerintah, pelaku usaha, lembaga keuangan, dan berbagai pihak lainnya. Menurutnya, penguatan UMKM tidak dapat dilakukan secara parsial, tetapi membutuhkan sinergi yang berkelanjutan.

“Kerja sama berarti bekerja bersama-sama, bukan hanya sama-sama bekerja. Kolaborasi inilah yang menjadi kunci agar UMKM bisa tumbuh lebih kuat,” tegasnya.

Mas Adi berharap kegiatan literasi keuangan dan digitalisasi tersebut dapat memberikan manfaat konkret bagi para pelaku UMKM. Tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga mendorong pelaku usaha agar lebih tertib dalam mengelola keuangan, mampu memanfaatkan akses pembiayaan, serta semakin siap masuk ke ekosistem digital.

Sementara itu, salah satu peserta kegiatan, Diyah Puspitasari, pelaku UMKM asal Kelurahan Petamanan, menyambut positif kegiatan tersebut. Ia menilai edukasi mengenai literasi keuangan dan digitalisasi sangat dibutuhkan pelaku UMKM, terutama bagi usaha kecil yang masih dalam tahap mengembangkan pasar.

“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi kami pelaku UMKM. Kami jadi lebih memahami pentingnya mengelola keuangan usaha dengan baik sekaligus belajar bagaimana memanfaatkan teknologi untuk memasarkan produk agar jangkauan pembeli semakin luas,” ujar Diyah.

Menurut Diyah, tantangan pelaku UMKM saat ini bukan hanya soal menghasilkan produk, tetapi juga bagaimana mengelola usaha secara profesional dan mengikuti perkembangan teknologi.

Ia berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan pendampingan yang lebih praktis, sehingga pelaku UMKM tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kegiatan usaha sehari-hari.

Dengan penguatan literasi keuangan, percepatan digitalisasi, serta kolaborasi lintas sektor, Pemkot Pasuruan berharap UMKM di Kota Pasuruan semakin tangguh, adaptif, dan mampu naik kelas. Langkah tersebut diharapkan turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk-produk lokal.

 

(Zen)