SUARARAKYAT62, MALANG — Ribuan warga memadati halaman Kantor Kecamatan Kedungkandang, Selasa (10/3), demi mendapatkan sembako murah yang digelar Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Disperindag). Kegiatan ini digelar menjelang Idulfitri 1447 H sebagai upaya meringankan beban masyarakat di tengah lonjakan harga kebutuhan pokok.

Pasar murah dijadwalkan mulai pukul 09.00 WIB, namun warga sudah mulai antre sejak pukul 06.00. Antrean mengular hingga ke luar halaman kantor kecamatan, sebagian warga bahkan datang sejak subuh. Suasana semakin padat menjelang siang, dan kondisi fisik warga mulai menurun. Beberapa lansia dilaporkan pingsan karena terlalu lama berdiri di bawah terik matahari tanpa tempat berteduh dan tanpa kepastian mendapat sembako.
“Saya datang jam enam pagi, tapi sampai jam sepuluh belum dapat apa-apa. Banyak yang dorong-dorongan, ada ibu-ibu yang jatuh,” ujar Siti Aminah, warga RW 5 Kedungkandang.
Kepala Bidang Perdagangan Disperindag, Eka Selalu, mengaku terkejut dengan jumlah warga yang hadir. “Kami hanya siapkan 1.300 paket sembako, ternyata yang datang sekitar 3.000 orang. Kami tidak menyangka antusiasme sebesar ini,” ujarnya.
Paket sembako yang dibagikan berisi beras, minyak goreng, gula, dan mie instan. Harga per paket disubsidi pemerintah, sehingga jauh lebih murah dibanding harga pasar. Namun, keterbatasan jumlah paket membuat banyak warga pulang dengan tangan kosong.
Situasi sempat memanas ketika warga mulai berebut antrean. Petugas kecamatan dan aparat keamanan berusaha menenangkan massa, namun tidak semua warga bisa dikendalikan. Beberapa lansia yang pingsan langsung dievakuasi ke ruang pelayanan kesehatan terdekat.
Warga berharap kegiatan serupa ke depan bisa lebih tertata dan memperhatikan aspek keselamatan serta kenyamanan peserta. “Kalau bisa, jangan cuma satu titik. Bagi di kelurahan-kelurahan supaya tidak numpuk seperti ini,” kata Mbah Karyo, warga lansia yang ikut antre sejak pagi.
Pasar murah ini menjadi cerminan tingginya kebutuhan masyarakat akan bantuan pangan menjelang hari raya. Pemerintah daerah diharapkan lebih sigap dalam merespons kondisi lapangan dan memastikan kegiatan sosial berjalan aman, tertib, dan merata.
(nyak)




