
PASURUAN,SUARARAKYAT62.COM
Suasana penuh semangat dan kehangatan menyelimuti Dusun Pejambon, Rejoso, RT 01/RW 08, Desa Kemantrenrejo, Kabupaten Pasuruan, dalam perayaan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Melestarikan Tradisi, Mengobarkan Semangat Negeri”, perayaan yang digelar pada malam hari ini dimulai pukul 19.00 dengan puncak kegiatan lomba kotekan bertajuk “Gema Budaya”. 15/8/2026
Awalnya terdapat beberapa kesalahpahaman dalam persiapan, namun antusiasme warga justru tumbuh besar dan menjadikan acara ini berjalan sukses penuh. Penyelenggaraan ini digagas dan diwujudkan oleh organisasi pemuda setempat sebagai wujud kepedulian menjaga warisan budaya sekaligus mempererat ikatan persaudaraan.

Ade Segara Banyu Bening, selaku pelaksana lomba sekaligus ketua panitia, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang perlombaan semata. “Kami ingin menanamkan nilai kompetisi yang jujur dan adil, serta menumbuhkan rasa cinta budaya melalui pelestarian alat musik tradisional.
Perayaan kemerdekaan harus diisi dengan hal-hal positif; masyarakat yang kompak, guyub, dan saling peduli adalah kekuatan nyata untuk membangun desa dan Kabupaten Pasuruan,” ujarnya
Lomba ini diikuti oleh seluruh kalangan warga Dusun Pejambon mulai dari anak-anak, pemuda, hingga orang tua dan dinilai oleh dewan juri yang kompeten, yakni Dwi Nailul Mufarokhah, Aidah Zakia, dan Abdurrohman mim masyriqi. Turut hadir menyaksikan berlangsungnya kegiatan ini unsur pemerintahan, ketua RT dan RW, serta para tokoh masyarakat setempat.

Kepala Desa Kemantrenrejo, Samsul Hadi, mengapresiasi inisiatif yang lahir dari kalangan pemuda. “Kegiatan ini adalah bukti nyata partisipasi aktif generasi muda dalam menjaga semangat kemerdekaan. Saya sangat bersyukur melihat partisipasi penuh dari seluruh warga,” ungkapnya.
Riqy, salah satu anggota tim penilai, menambahkan bahwa antusiasme warga menunjukkan bahwa semangat kebersamaan masih tertanam kuat di tengah masyarakat. “Momen ini bukan hanya untuk merayakan kemerdekaan yang telah diraih, melainkan sarana mempererat persaudaraan, menjaga kerukunan, dan menghidupkan kembali budaya gotong royong. Harapan kami, semangat persatuan ini tidak hanya muncul saat perayaan hari besar, melainkan terus terjaga dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Perlombaan berlangsung meriah diiringi sorak semangat warga yang turut menantikan pembagian hadiah dari panitia. Di akhir penyampaiannya, panitia menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang mendukung kesuksesan acara terima kasih disampaikan kepada Babinsa Didik, petugas keamanan LINMAS, para tokoh masyarakat, organisasi pemuda, serta seluruh warga yang telah berpartisipasi aktif.
Semangat kebersamaan yang terjalin dalam perayaan ini diharapkan terus tumbuh menjadi kekuatan yang membawa masyarakat setempat menuju lingkungan yang semakin rukun, damai, dan maju bersama.
Yus




