
Batu, Suararakyat62.com
Meningkatnya kasus percobaan bunuh diri di kawasan Jembatan Cangar, Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, yang berada di perbatasan Kota Batu dan Kabupaten Mojokerto, mendapatkan perhatian serius dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Batu serta instansi terkait.
Menanggapi hal tersebut, dalam waktu dekat tepatnya pertengahan Mei 2026, Satreskrim Polres Batu akan berkolaborasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Jawa Timur serta Pemerintah Kota (Pemkot) Batu. Langkah konkret yang akan dilakukan adalah pembangunan pagar pelindung dan pemasangan sistem pengawasan berupa Closed Circuit Television (CCTV) di Jembatan Cangar 1 dan 2.
Upaya ini diambil sebagai bentuk antisipasi dan pencegahan agar insiden serupa tidak terulang kembali, mengingat kasus tersebut sempat menjadi sorotan publik di media sosial.
Kapolres Batu, AKBP Dr. Aris Purwanto, S.H., S.I.K., M.H. melalui Kasatreskrim Polres Batu, AKP Joko Supriyanto, S.M., M.M., menyampaikan bahwa hasil koordinasi lintas sektor telah menghasilkan kesepakatan untuk meningkatkan rasa keamanan bagi masyarakat dan wisatawan, sekaligus mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
“Hasil pembicaraan dengan DPUPR Provinsi Jatim menghasilkan sejumlah langkah konkret yang dalam waktu dekat akan segera direalisasikan, yakni pemasangan pagar pelindung dan CCTV untuk memantau keadaan di lokasi Jembatan Cangar 1 dan 2,” terangnya, Senin (4/5/2026).
Dalam pelaksanaannya, DPUPR Provinsi Jawa Timur akan bertanggung jawab membangun pagar pengaman dengan ketinggian mencapai 2,5 meter yang terbuat dari konstruksi jeruji besi.
“Desainnya akan dibuat sebaik mungkin agar tetap terlihat estetis dan tidak memberikan kesan yang menakutkan atau menyeramkan,” jelasnya.
Selain pembangunan pagar, akan dipasang pula sistem pemantauan berupa CCTV di sepanjang area jembatan serta penambahan lampu penerangan jalan. Hal ini bertujuan menciptakan suasana yang lebih aman, terang, dan nyaman bagi para pengguna jalan yang melintas setiap harinya.
Lebih lanjut dijelaskan, pembangunan pagar pengaman menjadi tanggung jawab penuh DPUPR Provinsi. “Sedangkan untuk pemasangan CCTV, instalasi listrik, dan lampu penerangan jalan, saat ini masih dalam proses pengajuan oleh Pemkot Batu,” tambahnya.
Kebijakan ini disambut baik dan mendapat apresiasi tinggi dari warga sekitar, termasuk Purnomo (49), salah satu penduduk Desa Sumberbrantas.
“Saya sangat mengapresiasi dan mendukung langkah ini. Dengan adanya pengamanan tersebut, diharapkan tidak ada lagi aksi nekat yang terjadi, sehingga wisatawan tetap berani berkunjung dan perekonomian masyarakat dapat terus berjalan baik tanpa kesan mistis,” ujar pedagang buah dan sayur tersebut.
Menurutnya, kolaborasi antara aparat penegak hukum dan pemerintah daerah maupun provinsi sangat efektif untuk menekan potensi kejadian serupa.
“Kami berharap Jembatan Cangar tidak lagi menjadi lokasi yang rawan, melainkan menjadi jalur alternatif yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh masyarakat yang melintas,” tandasnya.
Mak Ila




