
PASURUAN, SUARARAKYAT62.COM
Menjadi seorang kepala desa bukan hanya tentang menjalankan amanah pemerintahan dan melayani masyarakat. Bagi Mukhammad Anas Joyonegoro, Kepala Desa Kraton, ada rasa syukur tersendiri ketika keempat putranya mampu menempuh jalan kehidupan masing-masing dengan nilai pengabdian dan pendidikan, Jumat (28/8).
Keempat putranya yakni M. Syahrul Riansyah, Tirta Erlangga, M. Zhidane Ilham, dan M. Lutfi.
M. Syahrul Riansyah diketahui berkiprah di lingkungan Kodam V/Brawijaya, sementara Tirta Erlangga menjalani pengabdian di Manokwari, Papua. Sedangkan M. Zhidane Ilham tengah menempuh pendidikan infanteri di Jember.
Berbeda dengan ketiga saudaranya, M. Lutfi memilih jalur pendidikan keagamaan dengan menimba ilmu di Pondok Pesantren Al Falah 2, Ploso, Mojo, Kediri.
Bagi Mukhammad Anas Joyonegoro, perjalanan keempat anaknya tersebut tentu menjadi kebanggaan sekaligus rasa syukur. Selama menjalankan amanah sebagai kepala desa, ia tidak hanya berharap dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, tetapi juga berusaha memberikan pendidikan dan teladan kepada anak-anaknya.
Empat anak, empat pilihan jalan. Ada yang mengabdi melalui institusi negara, ada yang menempuh pendidikan kemiliteran, dan ada pula yang memperdalam ilmu agama di pesantren.
Kisah keluarga Kades Kraton ini menjadi gambaran bahwa keberhasilan orang tua tidak selalu diukur dari jabatan yang diemban, tetapi juga dari bagaimana mampu membimbing anak-anaknya untuk memiliki masa depan, berkarakter, serta memilih jalan kehidupan yang bermanfaat bagi bangsa dan agama.
“Rasa syukur tentu kami panjatkan. Selama menjabat sebagai kepala desa, saya bersyukur anak-anak bisa menempuh jalan mereka masing-masing, ada yang mengabdi kepada negara dan ada yang mendalami ilmu agama,” demikian ungkapan rasa syukur yang menggambarkan kebanggaan Mukhammad Anas Joyonegoro sebagai seorang ayah.
Penulis : Abdul Khalim




