MALANG, SUARARAKYAT62 – Dalam upaya memastikan tercapainya target sustainable development Goals( SDGs)6.1.yaitu akses universal terhadap air minum yang aman,sejumlah perusahaan umum daerah air minum( perumda air minum) di wilayah malang raya telah memperkuat komitmen mereka melalui workshop dan sosialisasi mendalam mengenai implementasi rencana pengamanan air minum( RPAM), Selasa(16/12/2025).

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Perumda Air Minum SE malang Raya Perkuat Komitmen Air Minum Aman Melalui Implementasi RPAM Komprehensif

RPAM adalah pendekatan analisa dan menejemen risiko yang menyeluruh mencakup semua langkah dalam sistem penyediaan air minum(SPAM) mulai dari penangkapan air di sumber hingga kran konsumen dengan tujuan utama menyediakan air yang aman dan melindungi kesehatan masyarakat

Acara strategis ini di hadiri langsung oleh tokoh kunci dalam pengembangan air minum daerah termasuk bapak H Syamsul Hadi.S.Sos,MM,dan Ketua PD PERPAMSI sekaligus Direktur utama perumda Tirta Kanjuruhan ,dan bapak Priyo Sudibyo,SE,S.Sos,MM, Direktur utama perumda tugu Tirta kota malang

Sebagai bentuk keseriusan dalam mengimplementasikan RPAM di tingkat,operasional perumda Tirta Kanjuruhan mengirimkan wakil wakil terbaiknya untuk mengikuti pelatihan ini, para peserta tersebut ,meliputi kepala unit tumpang kepala unit Pakisaji, kepala unit bululawang.kepala unit Gondanglegi, serta jajaran kasi teknik Donomulyo,kasi teknik Kepanjen, kasi teknik Sawojajar 11, kasi tehnik ngajum dan kasi teknik Dampit. Kehadiran tim teknik ini menunjukan kesiapan perumda Tirta Kanjuruhan untuk mengintegrasikan RPAM langsung kedalam prosedur kerja lapangan

Bapak Syamsul Hadi,S Sos,MM, dalam sambutanya menekankan bahwa RPAM harus menjadi”dokumen hidup” yang terus di implementasikan dan di kaji ulang” KEBERHASILAN RPAM sangat tergantung pada dukungan penuh pimpinan dan keterlibatan seluruh karyawan lintasunit, dari menejemen hingga operasional lapangan,dokumen ini harus diintergritas ke dalam standar operasional prosedur(SOP) dan program kerja sehari hari untuk mewujudkan continual improvement” ujarnya

Senada dengan hal tersebut.bapak Priyo sudibyo,SE, ,S,Sos ,MM menyoroti aspek tehnis implementasi beliau menekankan pentingnya silkus RPAM yang berkelanjutan mulai dari langkah persiapan dan pembentukan tim RPAM, penilaian sistem untuk menakar bahaya dan memperkuat sistem ,hingga prosedur menejemen dan program pendukung

Implementasi RPAM memerlukan penentuan batasannilai kritis,pemantau operasional yang rutin dan tercatat serta verifikasi melalui audit internal dan surve kepuasan, pelangan secara berkala” jelas bapak Priyo,beliau menambahkan” penyusunan SOP dan instruksi kerja(IK) untuk kondisi normal,insiden maupun darurat adalah krusial sebagai pilar keberlanjutan RPAM, didukung dengan strategi komunikasi yang efektif,baik ke internal maupun external ,pemangku kepentingan”

Materi RPAM yang di bahas meliputi enam modul yang komprehensif mencakup pengantar persiapan sistem,pemantau operasional dan verifikasi,pengelolaan dan komunikasi hingga umpan balik(kajian revisi RPAM)

(nyak)