Ngawi, SuaraRakyat62.com – Kasus dugaan keracunan akibat menu Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di Jawa Timur. Kali ini, puluhan siswa SMK Negeri 1 Sine, Kabupaten Ngawi mengalami gejala mual, pusing, dan muntah setelah sebelumnya mengonsumsi makanan MBG.

Sebanyak 35 siswa terpaksa mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Sine, sebagian lainnya dirujuk ke Puskesmas Ngrambe dan Klinik Aisyah Kecamatan Sine.
Mendengar kabar tersebut, Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko (Antok) langsung meninjau lokasi perawatan siswa. Ia memastikan seluruh pasien mendapatkan pelayanan medis terbaik hingga pulih.
“Prioritas kami adalah keselamatan anak-anak. Yang terpenting mereka bisa segera mendapatkan penanganan optimal dan cepat pulih,” kata Wabup Antok, Rabu (1/10/2025).
Menurut Antok, kondisi siswa yang mengalami gejala keracunan cukup beragam. Oleh karena itu, pemerintah daerah bersama instansi terkait masih melakukan pendalaman terkait penyebab pasti kejadian tersebut. Ia menekankan bahwa gejala baru muncul sehari setelah konsumsi makanan MBG, sehingga penyelidikan harus dilakukan lebih teliti.
“Penyebabnya belum bisa disimpulkan. Saat ini fokus kami adalah penanganan para siswa, sementara evaluasi mendalam sedang dilakukan,” jelas Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi itu.

Meski insiden ini terjadi, program MBG tetap berjalan di sekolah. Antok menegaskan bahwa secara teknis, pelaksanaan program berada di bawah tanggung jawab pihak dapur penyedia makanan, bukan pemerintah daerah.
Sebagai langkah antisipasi, Dinas Kesehatan Ngawi telah menyiapkan prosedur evaluasi serta pemeriksaan lanjutan guna memastikan keamanan pangan dalam program MBG ke depan.
Kejadian ini menjadi peringatan bagi semua pihak agar pelaksanaan program MBG lebih ketat dalam pengawasan, sehingga kasus serupa tidak kembali terulang.
Pewarta; Puryadi




