Trenggalek, SuaraRakyat62.com – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18, Partai Gerindra melalui Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Trenggalek menggelar tasyakuran, doa bersama, dan bakti sosial berupa santunan anak yatim-piatu, Rabu (11/02/2026). Kegiatan tersebut dipusatkan di kantor DPC Partai Gerindra Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.

Peringatan HUT partai berlambang kepala garuda ini berlangsung khidmat dan sarat nilai religius serta sosial. Acara dihadiri jajaran anggota DPRD Kabupaten Trenggalek dari Fraksi Gerindra, pengurus DPC dan PAC se-Kabupaten Trenggalek, tokoh masyarakat, serta tokoh agama.
Sejumlah legislator Gerindra yang hadir antara lain Adib Patoni, Joko Hadi Siswanto, Imam Basuki, dan Femi Dwi Indra Palupi. Kehadiran para wakil rakyat tersebut menegaskan soliditas internal partai sekaligus komitmen Gerindra dalam membangun kebersamaan dengan masyarakat.
Rangkaian kegiatan dimulai sejak usai salat Subuh dengan sema’an Al-Qur’an yang berlangsung hingga menjelang siang hari. Acara kemudian dilanjutkan dengan salat Zuhur berjamaah dan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas perjalanan dan capaian Partai Gerindra di Kabupaten Trenggalek.
Untuk menambah makna peringatan HUT ke-18, DPC Partai Gerindra Trenggalek juga menggelar santunan anak yatim-piatu sebagai wujud kepedulian sosial dan komitmen partai untuk terus hadir serta bermanfaat bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Adib Patoni selaku Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Trenggalek menegaskan pentingnya menjaga kekompakan dan komunikasi di seluruh lini kepengurusan, mulai dari DPC, PAC, hingga kader di tingkat bawah.
“Saya berharap seluruh jajaran pengurus terus membangun komunikasi, kebersamaan, dan kekompakan agar ke depan Partai Gerindra semakin baik dan sukses, serta benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Menjadi pengurus yang militan berarti memiliki komitmen tinggi untuk membesarkan partai melalui kepedulian dan kerja nyata,” tegas Adib.
Ia juga menyampaikan target politik jangka panjang Partai Gerindra di Trenggalek.
“Saat ini kita masih memperoleh empat kursi. Kita belum puas. Target kami pada Pemilu 2029 bisa meraih 12 kursi. Itu hanya bisa tercapai jika seluruh kader solid dan bekerja bersama rakyat,” tambahnya.
Adib menekankan bahwa kekuatan utama partai terletak pada kader di tingkat akar rumput, yakni ranting dan PAC, yang menjadi ujung tombak perjuangan partai. Dukungan, perhatian, dan sinergi antara pengurus tingkat bawah dan atas dinilai menjadi kunci keberhasilan Gerindra ke depan.
Sementara itu, salah satu kader Partai Gerindra yang juga tergabung dalam media center, Haryadi atau akrab disapa Baung, menegaskan bahwa kegiatan sosial dalam peringatan HUT ke-18 ini bukan sekadar seremonial.
“Tasyakuran dan santunan anak yatim-piatu ini bukan bentuk pencitraan, tetapi wujud nyata bahwa Partai Gerindra hadir dan bermanfaat untuk masyarakat. Kami ingin program-program yang dibutuhkan rakyat benar-benar dikawal oleh kader,” ujarnya.
Menurut Baung, pengawalan program yang tepat sasaran akan memperkuat basis dukungan masyarakat dan menjadi kantong-kantong suara bagi Partai Gerindra di masa mendatang.
“Target 12 kursi pada 2029 sangat realistis jika seluruh kader bekerja solid. Kesuksesan partai diukur dari seberapa banyak wakil rakyat yang mampu dihadirkan, dari tingkat daerah hingga nasional,” pungkasnya.
Melalui peringatan HUT ke-18 ini, DPC Partai Gerindra Kabupaten Trenggalek menegaskan komitmennya untuk terus menguatkan struktur partai, mempererat kebersamaan kader, serta menghadirkan kerja politik yang berpihak pada kepentingan masyarakat.
(Yoyok)




