Kediri, SuaraRakyat62.com – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau yang akrab disapa Mas Dhito meninjau langsung progres rehabilitasi gedung Pemerintahan Kabupaten Kediri yang sebelumnya rusak akibat insiden pembakaran saat kerusuhan Agustus 2025.

Dalam peninjauan yang dilakukan pada Selasa (31/3/2026), Mas Dhito mengungkapkan bahwa pembangunan gedung perkantoran tersebut telah mencapai 68 persen.
“Ini masih 68 persen, jadi masih tersisa 32 persen,” ujarnya usai meninjau Kantor Bupati dan Wakil Bupati di kompleks pemerintahan.
Dari hasil pengecekan di lapangan, Mas Dhito menilai proses pengerjaan berjalan cukup baik. Secara struktur, bangunan tidak mengalami banyak perubahan, namun pengerjaan dinilai berlangsung cepat dan sesuai dengan rencana.

Ia berharap, rehabilitasi gedung ini dapat segera rampung sehingga aktivitas pemerintahan bisa kembali berjalan normal di lokasi tersebut.
Didampingi Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Kediri, Irwan Candra Wahyu Purnama, Mas Dhito juga meninjau Gedung Sekretariat Daerah yang turut direhabilitasi.
Belajar dari kejadian sebelumnya, pemerintah kini menambahkan sejumlah sistem pengamanan yang lebih memadai. Fasilitas tersebut meliputi jalur evakuasi darurat (emergency exit) serta sistem pemadam kebakaran yang sebelumnya belum tersedia.
“Ada beberapa hal yang diperhatikan, salah satunya faktor pengamanan, seperti emergency exit dan sistem pemadam. Kemarin yang belum ada itu sistem pemadamnya,” jelasnya.
Meski demikian, Mas Dhito berharap peristiwa serupa tidak kembali terulang di masa mendatang, sehingga fasilitas publik dapat terjaga dengan baik.
Selain fokus pada rehabilitasi gedung pemerintahan, Pemkab Kediri juga tengah menggarap pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Plosoklaten. Untuk mempercepat pengerjaan, jumlah tenaga kerja akan ditingkatkan dari 524 menjadi 800 orang.

Mas Dhito menargetkan pembangunan sekolah tersebut dapat selesai tahun ini. Dengan begitu, para siswa yang saat ini masih menempati gedung sementara di Balai Pengembangan Kompetensi ASN di Tarokan dapat segera dipindahkan ke fasilitas yang lebih layak.
“Semoga tahun ini bisa pindah ke Sekolah Rakyat yang kita siapkan di Plosoklaten,” pungkasnya.
(Yol)




