Surabaya, SuaraRakyat62.com — Lautan manusia memadati Surabaya Expo Center (SUBEC), Sabtu (9/5/2026), dalam gelaran Festival Rujak Uleg 2026 yang menjadi bagian rangkaian Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733. Festival kuliner legendaris khas Kota Pahlawan itu kembali sukses menyedot perhatian ribuan warga dan wisatawan dengan suasana meriah penuh kebersamaan.

Mengusung tema “Rujak Phoria”, festival tahun ini tampil lebih semarak dengan nuansa yang terinspirasi dari atmosfer Piala Dunia 2026. Beragam elemen masyarakat turut ambil bagian, mulai dari pengurus RW, pelaku Sentra Wisata Kuliner (SWK), komunitas, perhotelan, hingga perguruan tinggi.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyebut antusiasme masyarakat pada Festival Rujak Uleg tahun ini terasa luar biasa dan menunjukkan kuatnya semangat guyub warga Surabaya.
“Alhamdulillah, hari ini antusiasme masyarakat luar biasa. Tadi saya juga sempat bertanya langsung, dan respons masyarakat sangat positif. Mereka sampai mengatakan, iki tumplek-blek,” ujar Eri.
Menurutnya, Festival Rujak Uleg bukan sekadar agenda budaya tahunan, tetapi telah berkembang menjadi pesta rakyat yang mempertemukan seluruh lapisan masyarakat tanpa sekat.
Suasana kebersamaan tampak jelas ketika warga kampung, pelaku UMKM, komunitas, akademisi, hingga pengelola hotel duduk bersama mengulek rujak dalam satu arena.
“Yang ikut mengulek hari ini beragam, mulai dari pengurus hotel, pengurus RW, pelaku SWK, hingga perguruan tinggi. Jadi benar-benar menjadi pesta rakyat warga Surabaya,” katanya.
Pada festival tahun ini, perwakilan RW turut ambil bagian melalui 36 meja peserta yang tampil kreatif dengan konsep dan dekorasi unik masing-masing.
Selain menjadi ikon budaya, Festival Rujak Uleg juga dinilai memberi dampak besar terhadap sektor ekonomi dan pariwisata Kota Surabaya. Eri menegaskan, sejak masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata RI pada 2023, festival tersebut semakin dikenal secara nasional dan mulai menarik lebih banyak wisatawan dari luar daerah.
“Ketika sebuah event masuk KEN, dampaknya sangat besar. Wisatawan akan semakin banyak datang ke Surabaya,” jelas Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur itu.
Menurutnya, geliat festival tahunan seperti ini mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat, terutama sektor kuliner, UMKM, perhotelan, hingga industri kreatif lokal.
Bagi Eri, kekuatan utama Festival Rujak Uleg bukan hanya terletak pada cita rasa kuliner khas Surabaya, tetapi pada nilai persatuan dan kekeluargaan yang terkandung di dalamnya.
“Rujak uleg bukan hanya milik kelompok tertentu, melainkan menjadi wadah yang menyatukan semua elemen masyarakat,” tegasnya.
Semangat kebersamaan itu terlihat nyata sepanjang acara berlangsung. Ribuan warga tampak larut dalam suasana penuh kegembiraan, musik, kreativitas, dan tradisi yang menjadi ciri khas Kota Surabaya.
Eri berharap Festival Rujak Uleg ke depan terus berkembang menjadi event budaya berskala nasional yang semakin memperkuat identitas Surabaya sebagai kota yang dibangun dari semangat gotong royong dan kekeluargaan.
“Semoga tahun depan acara ini semakin menunjukkan bahwa Surabaya dibangun oleh kekuatan kekeluargaan yang luar biasa,” pungkasnya.
(Suliani)




