SUARARAKYAT62, ROKAN HULU – Menghadapi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Polsek Kepenuhan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Kepenuhan menggelar Apel Bersama Siaga Bencana Karhutla di Lapangan Kantor Camat Kepenuhan, Kamis (4/6/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Polsek Kepenuhan Bersama Forkopimcam Siaga Karhutla, Pastikan Personel dan Peralatan Siap Tempur

Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, pemadam kebakaran, pemerintah desa, hingga pihak perusahaan dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman Karhutla di wilayah Kecamatan Kepenuhan.

Apel yang dimulai pukul 08.40 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Camat Kepenuhan Gustia Hendri, S.Sos., M.Si. Sementara Perwira Apel dijabat Kanit Binmas Polsek Kepenuhan IPTU Gusnal Hendri, S.H., dan Komandan Apel AIPDA Zulfikar, S.H.

Sejumlah unsur terkait turut hadir, mulai dari personel Koramil 14/Kepenuhan, Polsek Kepenuhan, petugas Damkar, para lurah dan kepala desa, kepala UPT/UPTD, staf kecamatan, hingga tim pemadam kebakaran perusahaan yang beroperasi di wilayah Kecamatan Kepenuhan.

Tak hanya apel, kegiatan juga diisi dengan pengecekan kesiapan personel dan sarana pendukung penanggulangan Karhutla. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seluruh kekuatan yang dimiliki dapat bergerak cepat apabila terjadi kebakaran.

Berbagai peralatan pemadam kebakaran disiagakan dalam apel tersebut, di antaranya mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu dan perusahaan, kendaraan operasional TNI-Polri, enam unit waterax mini striker pump, serta dua unit mesin Robin.

Dalam arahannya, Camat Kepenuhan menegaskan pentingnya langkah pencegahan melalui deteksi dini, pemetaan wilayah rawan kebakaran, serta koordinasi yang berkelanjutan antarinstansi.

“Upaya pencegahan harus menjadi prioritas utama. Dengan kerja sama yang kuat dan respons cepat, kita dapat meminimalisir risiko Karhutla yang dapat merugikan masyarakat dan lingkungan,” tegasnya.

Apel siaga berakhir sekitar pukul 09.30 WIB dalam keadaan aman dan kondusif. Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa penanggulangan Karhutla bukan hanya tugas pemerintah dan aparat, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh lapisan masyarakat.

Karhutla sering berawal dari kelalaian kecil, namun dampaknya bisa sangat besar. Menjaga hutan dan lahan tetap aman berarti menjaga kesehatan, ekonomi, dan masa depan bersama. Cegah api sebelum menjadi bencana.(es)