Pasuruan, Suararakyat62.com

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Ngemplakrejo Gelar Petik Laut 2026 "Doa Keselamatan Nelayan, Harapan Rezeki Melimpah"

Ungkapan rasa syukur mendalam atas limpahan rezeki samudera, sekaligus doa agar keselamatan dan kelimpahan senantiasa menyertai langkah para nelayan, kembali terangkum indah dalam penyelenggaraan tradisi tahunan Petik Laut 2026. Kegiatan yang bernuansa sakral namun tetap meriah ini berlangsung di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kelurahan Ngemplakrejo, Kecamatan Panggungrejo, kawasan Pelabuhan Kota Pasuruan, pada hari Minggu, 28 Juni 2026.

Rangkaian acara sejatinya telah dimulai sejak malam sebelumnya, diawali dengan pengajian dan doa bersama yang diikuti secara khidmat oleh warga, khususnya keluarga besar nelayan. Momen ini menjadi pengingat yang lembut, bahwa setiap ikhtiar mencari rezeki hendaknya selalu diawali dan diiringi ketakwaan, agar senantiasa membuahkan keberkahan yang abadi. Menjelang prosesi inti larung sesaji ke tengah laut, suasana berubah makin hidup dengan digelarnya kirab budaya yang berjalan tertib namun penuh semangat. Diiringi alunan musik drum band, barisan peserta berjalan beriringan membawa aneka sesaji, termasuk kepala sapi yang menjadi ciri khas dan warisan turun‑temurun tak tergantikan dari tradisi ini. Sepanjang jalur yang dilalui, ratusan warga lintas usia tampak hadir menyaksikan dengan penuh rasa bangga, sebuah bukti nyata bahwa nilai‑nilai budaya setempat masih tumbuh subur dan hidup di hati masyarakat.

0

Kehadiran beragam unsur pemangku kepentingan menjadi bukti kuat dukungan kolektif terhadap kelestarian tradisi ini. Turut hadir mendampingi Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo adalah Wakil Wali Kota, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua DPRD Kota Pasuruan, para kepala perangkat daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga perwakilan Konsulat Jenderal Australia di Surabaya. Kehadiran tamu dari luar daerah bahkan luar negeri sekaligus menegaskan, kekayaan budaya Kota Pasuruan memiliki daya tarik yang mampu memikat perhatian hingga lingkup yang lebih luas.

Dalam sambutan yang disampaikan dengan nada penuh keteladanan, Wali Kota yang akrab disapa Mas Adi menegaskan, Petik Laut tidak boleh dipandang sekadar seremonial adat atau peninggalan masa lalu semata. Lebih dari itu, tradisi ini merupakan wujud ikhtiar bersama seluruh elemen masyarakat terutama nelayan dan pelaku usaha perikanan agar taraf kehidupan dan kesejahteraan mereka senantiasa membaik dari tahun ke tahun.

“Setiap tahun antusiasme warga makin terasa besar. Hal ini menunjukkan warisan leluhur ini telah tumbuh menjadi identitas daerah sekaligus potensi wisata budaya yang kuat. Kekuatan inilah yang kelak menggerakkan roda perekonomian daerah secara luas, membawa manfaat nyata bagi sebanyak mungkin orang,” ujarnya.

Oplus_16908288

Mas Adi juga menyampaikan apresiasi setinggi‑tingginya kepada pengelola TPI Ngemplakrejo yang telah memfasilitasi seluruh kebutuhan penyelenggaraan dengan baik. Tak lupa beliau mengucapkan terima kasih kepada jajaran TNI, Polri, Banser, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta seluruh pihak yang bekerja keras menjaga ketertiban, keamanan, dan kelancaran acara dari awal hingga akhir. Tanpa sinergi dan kerelaan berkorban tenaga serta pikiran dari banyak pihak, acara sebesar ini tentu tidak akan berjalan sesuai harapan bersama.

Di akhir amanatnya, beliau mengajak seluruh hadirin memanjatkan doa terbaik, agar tradisi ini senantiasa membawa kemaslahatan, rezeki makin berlimpah, dan kehidupan makin sejahtera bagi seluruh nelayan maupun pelaku sektor perikanan di Kota Pasuruan. Dengan nada lembut namun tegas, beliau juga berpesan agar setiap warga yang terlibat langsung dalam prosesi larung sesaji ke laut senantiasa mengutamakan keselamatan diri dan mematuhi petunjuk yang berlaku. Sebab, keselamatan bersama adalah pondasi utama agar keberkahan yang diharapkan dapat benar‑benar diraih seutuhnya.

Pada akhirnya, acara ini tidak hanya berhenti sebagai rangkaian upacara adat. Ia menjadi momen pemersatu yang mempererat tali persaudaraan, sekaligus pengingat bijak: menjaga warisan budaya sama artinya dengan menjaga masa depan dan kesejahteraan masyarakat itu sendiri.

Bukhin