SUARARAKYAT62, ROKAN HULU – Sebuah aksi unik dan inspiratif dilakukan Kepala SMP Negeri 1 Ujung Batu, Berlian Siregar, S.Ag, dalam pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026–2027. Melalui kegiatan tersebut, para peserta didik baru diajak menanamkan nilai toleransi dan kepedulian terhadap sesama sejak hari pertama memasuki lingkungan sekolah.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Aksi Unik dan Inspiratif Kepsek SMPN 1 Ujung Batu saat MPLS, Tanamkan Nilai Toleransi Sejak Hari Pertama

Ratusan siswa baru mengikuti pembukaan MPLS yang digelar di lapangan utama SMP Negeri 1 Ujung Batu pada Rabu (8/7/2026). Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Sekolah dengan penyematan tanda peserta secara simbolis.

MPLS yang berlangsung selama tiga hari ini dirancang untuk membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah melalui pendekatan yang humanis. Selain pengenalan kurikulum, tata tertib, fasilitas belajar, dan kegiatan ekstrakurikuler, sekolah juga memberikan materi pendidikan karakter serta pencegahan perundungan (bullying).

Yang menjadi perhatian dalam MPLS tahun ini adalah tugas khusus yang diberikan kepada para peserta didik baru. Siswa beragama Islam dan Kristen diminta bekerja sama melakukan aksi sosial di rumah ibadah.

Siswa Muslim membantu membersihkan halaman gereja, sedangkan siswa Kristen turut membersihkan area luar masjid yang berada di sekitar lingkungan sekolah.

Kepala SMP Negeri 1 Ujung Batu, Berlian Siregar, S.Ag, mengatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan menanamkan sikap saling menghormati dan memperkuat nilai kemanusiaan di tengah keberagaman.

“Kami ingin menyambut siswa baru tidak hanya dengan pengenalan kelas, tetapi juga pengenalan rasa kemanusiaan. Dengan merawat rumah ibadah sesama, mereka belajar menghormati perbedaan sejak hari pertama sekolah,” ujarnya.

Menurutnya, pendidikan karakter tidak cukup hanya disampaikan melalui teori di dalam kelas, tetapi perlu diwujudkan dalam tindakan nyata agar lebih mudah dipahami dan diterapkan oleh peserta didik.

Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari orang tua siswa maupun pengurus rumah ibadah setempat. Salah seorang pengurus gereja mengaku terharu melihat para siswa saling bekerja sama tanpa membedakan latar belakang agama.

Pihak sekolah berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi bekal bagi para siswa untuk membangun sikap saling menghargai, mencegah munculnya intoleransi di kalangan remaja, serta melahirkan generasi muda yang inklusif, berkarakter, dan mampu menjaga kerukunan umat beragama di masa depan.

Selama pelaksanaan MPLS, seluruh rangkaian kegiatan juga dipastikan berlangsung sesuai dengan pedoman yang berlaku, dengan mengedepankan keamanan, kenyamanan, dan nilai-nilai pendidikan bagi seluruh peserta didik baru.(pardi)