Scroll Untuk Lanjut Membaca
Wali Kota Pasuruan Luncurkan CKG 2026: Deteksi Dini Kesehatan Anak, Bidik Cakupan 100 Persen

 

PASURUAN, SUARARAKYAT62.COM

 

Memastikan tumbuh kembang anak usia sekolah berjalan optimal sejak dini, Pemerintah Kota Pasuruan kembali melaksanakan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi siswa Sekolah dan Pesantren pada tahun 2026. Berbeda dengan tahun sebelumnya, kali ini pemerintah menetapkan sasaran pemeriksaan menyeluruh guna menjangkau seluruh siswa yang menjadi sasaran, atau mencapai cakupan 100 persen.

 

Komitmen ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Pasuruan, Dr. Adi Wibowo, S.T.P., M.Si., saat membuka secara resmi peluncuran program CKG Sekolah dan Pesantren Tahun 2026 di SMP Negeri 8 Kota Pasuruan, Kamis (13/8/2026). Dalam kesempatan itu, beliau menegaskan program ini bukan sekadar kegiatan memeriksa kesehatan secara rutin, melainkan langkah strategis untuk mendeteksi lebih awal potensi gangguan kesehatan yang mungkin dialami anak-anak.

 

“Data yang kita peroleh bukan sekadar angka-angka di atas kertas, melainkan gambaran nyata mengenai kondisi kesehatan anak-anak kita. CKG ini penting sebagai upaya pencegahan berbagai penyakit sejak dini,” ujar Wali Kota yang akrab disapa Mas Adi.

 

Target cakupan penuh tahun ini disusun berlandaskan hasil pelaksanaan program pada tahun 2025. Berdasarkan data yang dirangkum Dinas Kesehatan Kota Pasuruan, saat itu dari 38.470 siswa yang menjadi sasaran, capaian pemeriksaan baru mencapai 75,44 persen. Salah satu catatan penting yang menjadi perhatian adalah rendahnya aktivitas fisik anak, di mana tercatat sebanyak 12.634 siswa memiliki pergerakan fisik yang kurang.

 

“Di tengah gempuran kemajuan teknologi dan dunia digital, aktivitas fisik anak justru makin terbatas. Ini menjadi tantangan bersama yang harus kita jawab. Oleh karena itu, kegiatan yang mendorong anak bergerak aktif secara fisik di sekolah harus ditingkatkan,” ungkapnya. Wali Kota juga meminta agar kebutuhan dan pemerataan guru olahraga segera dipetakan, sehingga kegiatan fisik dapat berjalan merata dan optimal di seluruh satuan pendidikan.

 

Selain itu, temuan tahun lalu juga mencatat sebanyak 9.643 siswa mengalami masalah gigi berupa karies atau gigi berlubang. Hal ini menjadi pengingat bahwa penanaman kebiasaan hidup sehat, termasuk menjaga kebersihan diri, harus dibiasakan sejak dini baik di sekolah maupun di rumah.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pasuruan, Dr. Shierly Marlena, M.M., menjelaskan bahwa program CKG bertujuan mengidentifikasi berbagai faktor risiko sekaligus mendeteksi dini masalah kesehatan yang mungkin dialami anak usia sekolah. Hasil pemeriksaan selanjutnya menjadi dasar bagi Puskesmas dan unit pelayanan kesehatan lainnya untuk menindaklanjuti sesuai kondisi masing-masing siswa.

 

Pada tahun 2026, program CKG direncanakan menjangkau sebanyak 38.687 siswa yang tersebar di 169 sekolah, meliputi 21.561 siswa jenjang SD/MI, 10.357 siswa jenjang SMP/MTs, serta 6.769 siswa jenjang SMA/MA. Pelaksanaannya akan berlangsung bertahap sepanjang Agustus hingga September 2026.

 

Wali Kota mengingatkan, agar target cakupan penuh dapat tercapai, diperlukan dukungan sinergis dari pihak sekolah, tenaga kesehatan, orang tua, serta seluruh elemen masyarakat. Keberhasilan program tidak hanya diukur dari seberapa banyak siswa yang diperiksa, melainkan sejauh mana hasil pemeriksaan tersebut dimanfaatkan untuk menentukan langkah penanganan yang tepat.

 

“Tahun lalu, CKG Kota Pasuruan menempati peringkat ketiga se-Jawa Timur. Tahun ini, tentu harapan kita bisa naik ke peringkat pertama. Namun yang jauh lebih penting bukan sekadar urutan peringkatnya, melainkan tugas kita memastikan anak-anak kita tumbuh dalam keadaan sehat, selain terus mengupayakan peningkatan kualitas pendidikannya,” tegas Wali Kota.

 

Beliau menambahkan, kesehatan dan pendidikan adalah dua hal yang tak terpisahkan, sekaligus menjadi investasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas sejak usia dini.

 

Hadir dalam acara tersebut antara lain Asisten Pemerintahan, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pasuruan, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, para kepala SD dan SMP se-Kota Pasuruan, Kepala SMP Negeri 8 Kota Pasuruan, jajaran Kepala Puskesmas, serta perwakilan organisasi profesi kesehatan.

 

Peluncuran program CKG 2026 ditandai dengan pemukulan gong oleh Wali Kota Pasuruan. Tak berhenti di acara seremonial, usai pembukaan Wali Kota turun langsung meninjau dan memantau jalannya pemeriksaan kesehatan kepada para siswa.

Red