Scroll Untuk Lanjut Membaca
Dicurigai Tabrak Bestek, Proyek P3-TGAI Desa Ngebel Ponorogo Gunakan Bekas Material Longsor

PONOROGO,Suararakyat.com

Pengerjaan proyek saluran irigasi Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Desa Ngebel, Kecamatan Ngebel, Ponorogo, Jawa Timur, dalam sorotan publik dan media massa. Pasalnya, panitia pelaksana kegiatan dicurigai menggunakan bahan bangunan berupa bekas material tanah longsor.

Beberapa warga desa setempat membenarkan, gundugan bekas material longsor berupa pasir dan bebatuan gunung di Dusun Semenok, digunakan untuk mengerjakan proyek saluran irigasi yang berlokasi di Dusun Jawul. Bahkan, menurut warga, pengangkutan material tersebut menggunakan kendaraan bak terbuka milik kepala desa setempat.

Menurut salah seorang warga berinisial M, sebelum diangkut ke lokasi proyek, batu gunung ukuran besar dipecah sesuai ukuran yang diinginkan oleh beberapa pekerja. Kemudian material itu diangkut menggunakan kendaraan bak terbuka, diturunkan di lokasi proyek sebagai bahan material bangunan.

“Iya benar. Batu-batu dan pasir bekas longsor itu dipakai untuk membangun saluran irigasi. Batu yang ukuran besar dipecahi di lokasi longsor. Baru diangkut pakai pik up milik Pak Lurah,” tutur M, salah seorang warga, dalam bahasa jawa kepada jurnalis lokal, Minggu (23/11/2025).

Salah seorang dari tiga pekerja proyek yang tengah beristirahat saat dikonfirmasi Suara Rakyat..com, Rabu (26/11/2205), menuturkan, material batu yang digunakan mengerjakan proyek bukan dari bekas tanah longsor. Bahan bangunan berupa batu andesit, sebutnya, didatangkan dari daerah Karanggupito, Ngawi.

Dikatakan pekerja itu, batu gunung bekas tanah longsor diambil kepala desa setempat, yang rencananya akan dimanfaatkan untuk membangun garasi bus. Rencana pembangunan garasi kendaraan besar itu, tambahnya, akan dibangun di area dekat tempat tinggal kepala desa.

Menurutnya, proyek tersebut dikerjakan tenaga lokal sebanyak 14 orang, dan hingga kini progres pengerjaannya mencapai 60 persen. Lantaran posisi tanah dalam keadaan miring khas pegunungan, imbuhnya, proses pengerjaan dimuali dari sisi bawah ke atas.

“Proyek ini menggunakan batu dari daerah Karanggupito, Ngawi. Kalau batu bekas tanah longsor, diambil Pak Lurah yang rencananya katanya untuk membangun garasi bus. Pekerja proyek ini sebanyak 14 orang. Saat ini pekerjaan sudah tergarap sekitar 60 persen,” ujar pekerja, Rabu (26/11/2025).

Sementara Kepala Desa Ngebel, Suprianto, saat hendak dimintai konfirmasi di kantor desa setempat tidak berada di tempat. Melalui pesan singkat, dia mengaku masih ada keperluan yang lebih penting.

Ditanya progres pengerjaan proyek P3-TGAI di wilayahnya, dia mengaku proyek tersebut sudah rampung dikerjakan. Namun dia tidak menjawab rinci, berapa persen klasifikasi rampung sebagaimana yang disebutkannya.

“Byohhhhh….saya masih ada kepentingan. Alhamdulillah berkat do’a teman-teman (proyek itu) sudah selesai,” kata Suprianto dalam terjemahan bahasa Indonesia.

Soal dugaan penggunaan batu bekas material longsor belum dikonfirmasinya. Dia juga belum (tidak) menjawab pertanyaan lanjutan yang disampaikan kepadanya.

( pr)