Pasuruan, SuaraRakyat62.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan bergerak memperkuat penanganan kekeringan dengan membangun puluhan tandon air permanen di sejumlah wilayah yang terdampak krisis air bersih.

Melalui Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan, sebanyak 32 tandon air permanen telah selesai dibangun dan mulai dimanfaatkan masyarakat sejak awal Agustus 2026.
Puluhan tandon tersebut tersebar di 15 desa pada empat kecamatan, yakni Kecamatan Lumbang, Winongan, Pasrepan, dan Kejayan. Pembangunan terbanyak berada di wilayah Kecamatan Lumbang dan Pasrepan karena dampak kekeringan di dua wilayah tersebut dinilai lebih dominan.
Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan, Eko Bagus Wicaksono, mengatakan pembangunan tandon dilakukan sebagai bagian dari langkah cepat pemerintah daerah menghadapi kondisi kekeringan.
“Kalau paling banyak di Lumbang dan Pasrepan, karena jumlah desa terdampak kekeringan dominan di dua desa tersebut,” ujar Eko saat memantau pemanfaatan tandon air permanen di Desa Karangjati, Kecamatan Lumbang, Kamis (27/8/2026).
Eko menjelaskan, masing-masing tandon memiliki kapasitas sekitar 5.100 liter. Pembangunan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo agar persoalan kebutuhan air masyarakat yang terdampak kekeringan segera mendapatkan penanganan.
“Karena ini sifatnya darurat dan sangat dibutuhkan, maka sesuai arahan beliau bahwa kami diminta untuk membangun banyak tandon air, maka inilah hasilnya, masyarakat sangat senang,” jelasnya.
Untuk memastikan ketersediaan air, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan.
BPBD bertugas mendukung distribusi dan pengisian air bersih ke tandon selama masa darurat kekeringan maupun ketika terdapat permintaan dari masyarakat yang terdampak.
“Pengisian air menjadi tanggung jawab BPBD, karena memiliki armada kendaraan yang dapat mengambil maupun mengisi air ke tandon yang sudah dibangun,” terang Eko.
Pembangunan 32 tandon permanen tersebut menggunakan anggaran yang bersumber dari APBD Kabupaten Pasuruan Tahun Anggaran 2026.
Eko menyebut total anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan puluhan tandon tersebut mencapai sekitar Rp1,1 miliar.
Dengan telah beroperasinya tandon, pemerintah daerah berharap fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat sekaligus dijaga keberlangsungannya.
Eko mengingatkan masyarakat penerima manfaat agar ikut merawat fasilitas tersebut sehingga dapat digunakan dalam jangka panjang.
“Silakan bisa dimanfaatkan untuk masak, minum, mandi sampai ternak sapi, karena banyak di sini yang memelihara sapi,” harapnya.
Kepala Desa Watulumbung, Kecamatan Lumbang, Achmad Ridwan, menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Pasuruan atas pembangunan tandon air permanen di wilayahnya.
Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air, terutama ketika memasuki musim kemarau dan sumber air mulai terbatas.
“Matur nuwon Mas Rusdi sudah memperhatikan kami, karena air itu sangat berharga bagi warga kami semua,” ungkap Achmad.
Ia menilai keberadaan tandon permanen juga memiliki manfaat jangka panjang karena tidak hanya dapat digunakan ketika terjadi kekeringan. Saat musim penghujan, fasilitas tersebut juga berpotensi dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan air masyarakat.
Pembangunan puluhan tandon ini menjadi salah satu upaya Pemkab Pasuruan dalam merespons dampak kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah. Selain pembangunan infrastruktur penampungan air, kesinambungan distribusi air bersih dan pemeliharaan fasilitas menjadi bagian penting agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat terdampak.
Pemerintah daerah juga berharap masyarakat turut menjaga fasilitas tersebut sehingga tandon air permanen dapat menjadi bagian dari solusi jangka panjang dalam menghadapi persoalan keterbatasan air bersih di wilayah rawan kekeringan.
(Nur Salim/Cak Kacong)




