Pasuruan, SuaraRakyat62.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan bergerak cepat menangani amblesnya gorong-gorong di Jalan Jaksa Agung Suprapto, tepatnya di Simpang Empat Petungasri, Kecamatan Pandaan, Rabu (26/8/2026).

Tak lama setelah kejadian, petugas dari Dinas Sumber Daya Air (SDA) serta Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Pasuruan langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan sekaligus menentukan langkah penanganan.
Kabid SDA Kabupaten Pasuruan, Bensu Roa Priyadi, mengatakan hasil pemeriksaan awal menunjukkan saluran gorong-gorong mengalami penyumbatan akibat tumpukan sampah dan sedimentasi tanah yang cukup pekat. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan pembuangan air rumah tangga.
“Kerusakannya cukup dalam sampai mengakibatkan luapan air ke Jalan Raya Kasri dan menghambat arus lalu lintas. Ternyata setelah kami cek, sumbatannya berasal dari tumpukan sampah rumah tangga,” ujar Bensu melalui sambungan telepon, Kamis (27/8/2026).
Sebagai langkah penanganan awal, petugas melakukan pembersihan material yang menyumbat saluran. Setelah itu, badan jalan dibongkar menggunakan alat berat jenis ekskavator atau backhoe.
Menurut Bensu, pembongkaran diperlukan karena konstruksi gorong-gorong yang mengalami kerusakan akan diganti dengan bangunan baru.
“Kita bersihkan sampahnya kemudian kita bongkar untuk kita ganti dengan yang baru,” imbuhnya.
Sementara itu, Kabid Bina Marga Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Pasuruan, Danang, mengatakan kondisi jalan juga dipengaruhi oleh tingginya volume kendaraan, termasuk kendaraan berat, yang melintas di jalur tersebut.
Jalan dengan lebar sekitar 10 meter itu merupakan salah satu akses yang cukup ramai dilalui kendaraan. Karena itu, konstruksi gorong-gorong baru nantinya akan disesuaikan agar mampu menahan beban lalu lintas.
Pihaknya juga tengah berkoordinasi dengan kepolisian untuk menentukan skenario pengaturan maupun pengalihan arus selama proses pengerjaan.
“Ada opsi penutupan jalan secara total selama proses perbaikan, atau ditutup separuh secara bergantian. Namun, jika menggunakan sistem buka-tutup, proses perbaikan pasti memakan waktu lebih lama,” jelas Danang.
Area jalan yang terdampak dan akan dibongkar memiliki panjang sekitar 10 meter dengan lebar sekitar 1 meter.
Untuk menggantikan konstruksi lama, Pemkab Pasuruan berencana menggunakan box culvert beton yang dinilai lebih kuat dalam menahan beban kendaraan yang melintas.
“Opsinya ya diganti menggunakan box culvert beton supaya lebih kuat menahan beban kendaraan yang lalu lalang, apalagi di sini cukup padat lalu lintasnya,” tegasnya.
Syaifullah, salah satu warga yang tinggal di sekitar lokasi, mengatakan amblesnya gorong-gorong dan luapan air cukup mengganggu aktivitas masyarakat maupun pengguna jalan.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu segera ditangani mengingat lokasi berada di kawasan persimpangan yang ramai dilalui kendaraan.
“Kami berharap perbaikannya bisa segera selesai. Selain mengganggu lalu lintas, kalau air sampai meluap tentu warga sekitar juga khawatir. Yang penting setelah diperbaiki, konstruksinya benar-benar kuat dan tidak mudah ambles lagi,” ujar Syaifullah.
Ia juga berharap pengelolaan sampah di sekitar saluran air mendapat perhatian. Menurutnya, saluran yang tersumbat sampah dapat memperburuk persoalan ketika debit air meningkat.
Pemerintah Kabupaten Pasuruan kini fokus melakukan penanganan fisik serta menyiapkan skema lalu lintas selama proses perbaikan. Penggantian gorong-gorong dengan box culvert diharapkan dapat meningkatkan ketahanan konstruksi sekaligus mengurangi risiko kerusakan serupa di kemudian hari.
Masyarakat pengguna jalan diimbau memperhatikan pengaturan lalu lintas selama pekerjaan berlangsung dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
(Zen_Satuman)




