SURABAYA — SUARARAKYAT62.COM

Scroll Untuk Lanjut Membaca
- Kolam Lele Keluarga, Inovasi DKP Jatim Perkuat Ketahanan Pangan & Ekonomi Warga

 

Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Timur terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui inovasi di bidang perikanan budi daya. Salah satunya adalah Program Kolam Lele Keluarga (Kolega), yang mengajak warga memanfaatkan pekarangan rumah sebagai lahan budidaya ikan lele.

 

Program Kolega lahir dari gagasan sederhana: mengubah pekarangan yang kurang produktif menjadi sumber pangan sekaligus sumber penghasilan keluarga. Masyarakat tidak hanya didorong memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri, tetapi juga diberi peluang mengembangkan usaha bernilai ekonomis.

 

Untuk mendukung pelaksanaannya, DKP Jatim memberikan pendampingan berupa pelatihan teknis, penguatan kelembagaan kelompok, serta penyediaan sarana dan prasarana budi daya. Pendekatan ini diharapkan meningkatkan keterampilan agar usaha dapat berjalan berkelanjutan.

 

Manfaat program ini telah dirasakan langsung para pembudi daya. Salah satunya Subianto, warga Desa Wiroborang, Kabupaten Probolinggo. Ia menginisiasi pembentukan kelompok budidaya lele untuk mengikuti Program Kolega.

 

“Pengelolaan yang terorganisir dan pelatihan berkelanjutan membuat kemampuan teknis meningkat, hasil panen lebih optimal, dan pendapatan anggota ikut naik,” ujar Subianto.

 

Selain manfaat ekonomi, program ini juga memperluas wawasan warga soal teknik budidaya yang baik, memperkuat ketahanan pangan keluarga, serta memacu kemandirian usaha.

 

Kisah serupa datang dari Muhammad Amin, penerima manfaat tahun 2025. Dulu bekerja sebagai mekanik bengkel, kini ia memiliki sumber penghasilan tambahan dari budidaya lele. Amin berencana mengembangkan usaha pengolahan hasil panen menjadi abon lele — untuk menaikkan nilai jual sekaligus membuka lapangan kerja bagi warga sekitar.

 

Hingga kini, dari 527 keluarga penerima manfaat, 395 keluarga atau sekitar 75 persen masih aktif menjalankan budidaya lele. Tingginya angka keberlanjutan ini membuktikan Kolega bukan sekadar program bantuan sesaat, melainkan berhasil menumbuhkan kemandirian masyarakat.

 

Lebih dari sekadar menghasilkan ikan, program ini melahirkan keterampilan baru, semangat wirausaha, serta diversifikasi usaha berupa produk olahan ikan. DKP Jatim menegaskan komitmennya terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak agar manfaat Kolega dirasakan semakin luas, mewujudkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur.

 

(ADV/rd)