
MALANG, SUARARAKYAT62.COM
Ratusan sopir angkutan kota (angkot) menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Senin (28/9/2026).
Sebanyak 494 sopir angkot yang tergabung dalam aksi tersebut menyuarakan kekhawatiran atas rencana pengoperasian Trans Jatim Koridor 2 di wilayah Kota Malang yang dinilai akan mengancam keberlangsungan mata pencaharian mereka.
Menanggapi aksi tersebut, Kepala Dishub Kota Malang Drs. R. Widjaja Saleh Putra menemui langsung para pendemo. Ia mengatakan aspirasi para sopir telah dicatat dan akan diteruskan ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk dilakukan evaluasi.
“Tuntutan sudah kami terima, termasuk yang akan kami sampaikan ke provinsi. Tuntutannya terkait evaluasi, di antaranya kompensasi dan kebijakan pemerintah,” ujar Widjaja.
Ia menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan beberapa skema untuk menjaga eksistensi angkutan konvensional di tengah modernisasi transportasi publik.
Salah satu kebijakan yang telah berjalan di Kota Malang adalah program Angkutan Pelajar Gratis Menurutnya, program tersebut merupakan bentuk keberpihakan Pemkot Malang agar sopir angkot tetap memiliki penghasilan.
“Pemerintah Kota Malang meluncurkan angkutan pelajar supaya teman-teman angkutan bisa tetap bekerja. Selama ini mereka tidak dapat, dengan adanya program ini mereka mendapat nilai tambah,” jelasnya.
Terkait Trans Jatim, Widjaja menegaskan Koridor 1 telah tuntas dan beroperasi. Pengembangan koridor selanjutnya merupakan bagian dari upaya membangun sistem transportasi publik yang lebih baik.
Ia juga membantah tudingan adanya ketidaktransparanan dalam kebijakan transportasi dan meminta pihak yang menuding untuk menunjukkan bukti.
“Kalau ada yang menuding tidak transparan atau ada permainan, silakan membuktikan. Semuanya harus ada buktinya,” tegasnya.
Dishub Kota Malang memastikan akan terus membuka ruang dialog dengan para sopir angkot untuk mencari solusi terbaik terkait rencana peluncuran Trans Jatim Koridor 2.
(Ila)




