Scroll Untuk Lanjut Membaca
KUTT Suka Makmur Pasuruan Dapat Apresiasi Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto

PASURUAN, SUARARAKYAT62.COM

Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau akrab disapa Bu Titiek Soeharto, melakukan kunjungan kerja ke Koperasi Usaha Tani Ternak (KUTT) Suka Makmur, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur pada Senin pagi (28/9).

Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk memberikan motivasi sekaligus apresiasi kepada pengurus dan pengelola KUTT Suka Makmur yang selama puluhan tahun konsisten mendampingi petani dan peternak lokal.

Kedatangan Titiek Soeharto disambut jajaran pengurus, pengelola, staf koperasi, serta para ketua kelompok tani dan peternak. Bupati Pasuruan, Rusdi Sutedjo, turut hadir dalam kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, koperasi dan masyarakat peternak.

Direktur KUTT Suka Makmur, Evi Zaenal Abidin, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kunjungan pimpinan Komisi IV DPR RI tersebut.
Menurut Evi, KUTT Suka Makmur berdiri sejak 1968 dan menjadi salah satu koperasi susu yang telah lama berkontribusi dalam pengembangan peternakan sapi perah di Indonesia.

“Peternak di sini rata-rata merupakan generasi ketiga hingga keempat yang dibesarkan sejak era Presiden Soeharto. Pada rentang tahun 1987 hingga 1993, koperasi kami mendapat Bantuan Presiden (Banpres) berupa 9.000 ekor sapi impor,” ujar Evi.

Menurutnya, perjalanan panjang tersebut menjadi bukti bahwa peternak lokal memiliki kemampuan untuk bertahan, berkembang dan beradaptasi terhadap perubahan zaman.
Evi juga menyebut kondisi geografis Grati yang berada di dataran rendah dan memiliki suhu relatif panas tidak menjadi penghalang bagi pengembangan sapi perah.

 

Sebaliknya, menurut dia, KUTT Suka Makmur memiliki keunggulan genetik sapi perah yang mampu beradaptasi dengan kondisi lingkungan tropis tersebut.

Saat ini KUTT Suka Makmur tidak hanya bergerak dalam pengelolaan peternakan sapi perah. Koperasi juga mengembangkan penampungan susu, pengolahan pakan hingga hilirisasi produk susu pasteurisasi.

Untuk menjaga kualitas produk, KUTT Suka Makmur menggandeng sejumlah perguruan tinggi, di antaranya Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair), Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (UB), Departemen Teknik Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), serta unsur fakultas terkait dari Universitas Negeri Malang.

Produk susu yang dihasilkan kemudian dipasarkan kepada sejumlah mitra industri.

Dalam pertemuan tersebut, pengurus koperasi juga menyampaikan sejumlah aspirasi, salah satunya terkait regulasi fasilitas pengolahan susu agar dapat terintegrasi dengan kawasan peternakan.

Menurut pengurus, kedekatan lokasi antara peternakan dan fasilitas pengolahan diperlukan agar susu yang baru diperah dapat segera diproses melalui metode pasteurisasi.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mempertahankan kualitas dan kesegaran susu yang dihasilkan peternak.

Sementara itu, Bupati Pasuruan Rusdi Sutedjo menyampaikan komitmennya untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dengan koperasi dan pelaku usaha.

Pemerintah Kabupaten Pasuruan juga membuka peluang investasi dengan menyiapkan lahan sekitar 1.000 hektare di wilayah timur yang direncanakan dapat dialokasikan untuk kawasan industri.

Keberadaan kawasan tersebut diharapkan dapat mendorong investasi sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Kabupaten Pasuruan.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Titiek Soeharto berharap KUTT Suka Makmur terus memberikan pelayanan terbaik kepada anggotanya, meningkatkan inovasi serta mempertahankan komitmen dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak.

Ia juga memberikan apresiasi atas keberlangsungan koperasi yang telah bertahan selama puluhan tahun dan terus berupaya mengembangkan sektor peternakan serta produk susu lokal.

Penulis : Abdul Khalim