Kota Pasuruan, SuaraRakyat62com – Achmad Rofii resmi ditetapkan sebagai Ketua Karang Taruna Kota Pasuruan periode 2026–2031 melalui musyawarah mufakat dalam Temu Karya Karang Taruna Kota Pasuruan yang digelar di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Senin (19/10/2026).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, yang akrab disapa Mas Adi. Penetapan Achmad Rofii menjadi awal kepemimpinan baru Karang Taruna Kota Pasuruan dalam memperkuat peran pemuda di bidang sosial dan kemasyarakatan.
Sebelum terpilih di tingkat kota, Achmad Rofii diketahui menjabat sebagai Ketua Karang Taruna Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan organisasinya sebelum dipercaya memimpin Karang Taruna di tingkat kota.
Temu Karya tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Pasuruan H. Nawawi, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Pasuruan Lucky Danardono, A.P., M.M., serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan kepala bidang di lingkungan Pemerintah Kota Pasuruan.
Hadir pula Kepala Dinas Sosial Kota Pasuruan Ir. Yudie Andi Prasetya, Kepala Inspektorat Dra. Ema Nurhayati, CGCAE, serta Ketua Bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi (OKK) Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT), M.R. Syarif Hasan Alatas.
Kontestasi Organisasi dan Harapan bagi Pemuda
Sebelum penetapan melalui musyawarah mufakat, dinamika pemilihan Ketua Karang Taruna Kota Pasuruan menghadirkan dua figur calon, yakni Achmad Rofii dan M. Umar. Proses tersebut menjadi bagian dari dinamika organisasi dalam menentukan kepemimpinan untuk periode lima tahun mendatang.
Terpilihnya ketua baru diharapkan tidak sekadar menjadi pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan partisipasi pemuda, serta memperluas kontribusi Karang Taruna dalam menjawab persoalan sosial di tengah masyarakat.
Sebagai organisasi kepemudaan yang bergerak di bidang kesejahteraan sosial, Karang Taruna memiliki peran strategis dalam mendorong kegiatan pemberdayaan masyarakat, mengembangkan potensi generasi muda, serta membangun kepedulian terhadap lingkungan sosial.

Karena itu, kepemimpinan baru diharapkan mampu merangkul seluruh elemen pemuda tanpa membedakan latar belakang, sekaligus membuka ruang partisipasi yang luas bagi generasi muda di berbagai kecamatan dan kelurahan di Kota Pasuruan.
Netralitas dan Kepentingan Pemuda Harus Menjadi Prioritas
Di tengah dinamika organisasi dan kontestasi pemilihan, independensi serta netralitas Karang Taruna menjadi hal penting untuk dijaga. Organisasi ini diharapkan tetap berorientasi pada kepentingan sosial dan pemberdayaan pemuda, bukan menjadi alat untuk kepentingan politik praktis pihak tertentu.
Kepercayaan anggota dan masyarakat perlu dibangun melalui program kerja yang nyata, transparansi organisasi, serta keterlibatan aktif pemuda dalam kegiatan sosial. Dengan demikian, kepemimpinan Karang Taruna dapat memberikan manfaat yang terukur bagi masyarakat.
Ketua terpilih juga diharapkan mampu menyatukan berbagai aspirasi yang muncul selama proses pemilihan. Perbedaan pilihan hendaknya tidak menjadi penghalang untuk bekerja bersama demi kemajuan organisasi dan kepentingan pemuda Kota Pasuruan.

Dengan kepemimpinan Achmad Rofii untuk periode 2026–2031, Karang Taruna Kota Pasuruan diharapkan semakin solid, mandiri, dan responsif terhadap persoalan sosial. Tantangan ke depan adalah membuktikan bahwa organisasi kepemudaan ini mampu menghadirkan program yang bermanfaat, memperkuat solidaritas sosial, serta menjadi ruang bagi generasi muda untuk berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah.
Penulis: Abdul Khalim




