
PASURUAN, SUARARAKYAT62.COM
Aksi dugaan pembobolan gudang CV Segoro Kidul di Desa Tambakrejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, dipergoki warga pada Minggu (25/10) dini hari. Sebanyak tujuh orang yang diduga terlibat dalam aksi tersebut berhasil diamankan warga, sementara tiga orang lainnya dilaporkan melarikan diri.
Berdasarkan keterangan salah seorang warga yang turut mengamankan para terduga pelaku, sempat terjadi aksi kejar-kejaran setelah warga memergoki aktivitas mencurigakan di dalam gudang tersebut.
Gudang CV Segoro Kidul diketahui sedang mengalami kondisi pailit dan disebut berada dalam status sita umum serta pengawasan tim kurator.
Warga kemudian mengamankan tujuh orang yang diduga terlibat dalam aksi pencurian tersebut. Mereka disebut berasal dari Kelurahan Petahunan, Kota Pasuruan.
Menurut keterangan warga, kelompok tersebut diduga berjumlah sepuluh orang dan menggunakan kendaraan truk Fuso bernomor polisi N 8529 GE untuk mengangkut barang yang diduga hasil pencurian.
Warga mengaku telah mencurigai keberadaan truk tersebut sejak Rabu sebelum kejadian. Saat itu, truk Fuso terlihat terparkir di depan gudang, sementara sejumlah potongan besi ditemukan berserakan di dekatnya.
“Pada hari Rabu sebelum kejadian, kami mencurigai keberadaan Fuso yang parkir di depan gudang CV Segoro Kidul. Kami juga melihat beberapa potongan besi berserakan di dekatnya. Namun, kami tidak gegabah mengambil tindakan karena membutuhkan bukti konkret bahwa potongan besi tersebut berasal dari dalam gudang yang sudah disegel,” ungkap seorang warga.

Sementara itu, berdasarkan informasi dari sumber yang diklaim dapat dipertanggungjawabkan, seorang berinisial DN diduga menjadi otak di balik aksi tersebut. DN disebut merupakan suami dari mantan administrator CV Segoro Kidul berinisial EV.
Namun, dugaan keterlibatan DN tersebut masih perlu dibuktikan melalui penyelidikan dan keterangan resmi aparat penegak hukum.
Warga berharap kepolisian tidak hanya mengusut peristiwa yang terjadi pada Minggu dini hari, tetapi juga menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain, termasuk mengungkap keberadaan tiga orang yang disebut melarikan diri serta menelusuri dugaan penadahan barang yang diduga berasal dari pencurian sebelumnya.
Saat ini, tujuh orang yang diamankan telah berada di Mapolres Pasuruan Kota untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Masih dilakukan pemeriksaan, Mas,” terang Kanit Pidum, Ipda Ferdy Fahrudi, saat dikonfirmasi awak media.
Hingga berita ini ditulis, proses pemeriksaan masih berlangsung. Perkembangan penyelidikan, termasuk dugaan keterlibatan pihak lain dan status hukum para terduga pelaku, masih menunggu keterangan resmi kepolisian.
Penulis: Abdul Khalim




