Scroll Untuk Lanjut Membaca
Ketahuan.!! Oknum Wartawati Diduga Pelakor Macak Korban Berdalih Profesional Kerja

PASURUAN, SUARARAKYAT62.COM – Ibarat kiasan kata ‘Maling mengaku penjara penuh’ sangat cocok untuk menggambarkan perilaku dari perempuan berinisial (ILM) selaku oknum wartawati di salah satu media online lokal diduga pelakor berkedok korban kekerasan.

Hal tersebut terurai lantaran ILM yang berprofesi sebagai wartawati ditengarai merebut suami sah dari Melati (nama samaran) yang juga berprofesi sebagai wartawan dalam satu naungan di media online lokal.

Peristiwa bermula saat Melati mencari keberadaan suaminya, yang diketahui pada saat itu sedang berada di sekitaran Mapolres Pasuruan Kota.

“Saya telp suami saya tanya dimana sekarang posisinya, dijawab lagi di Polres, saya langsung ke Polres. dan saya nunggu di parkiran, tiba-tiba pelakor datangi saya langsung marah marah, bentak-bentak, melotot sambil teriak-teriak ‘lapo koen onok opo heh onok opo’ !!,,. karena nggak kuat lihat sikapnya, dengan reflek saya menampar pelakor tersebut. Tidak terima pelakor melaporkan kejadian itu ke Polres Pasuruan Kota.” Ujar Melati.

Sementara didapat Informasi yang bersumber dari keterangan di media online lokal, disinyalir kuat ILM memang menjalin asmara dengan suami Melati.

Yang mana hal itupun langsung dibantah oleh ILM “Hanya sebatas hubungan kerja dan persaudaraan di dunia jurnalistik, bekerja secara profesional dan berkomunikasi terkait tugas jurnalistik.”Bantah ILM dikutip dari keterangannya di salah satu media online.

Adapun sebagaimana diketahui dari keterangan beberapa nara sumber terlibat peristiwa cinta segitiga yang melibatkan Melati selaku Istri Sah dan ILM diduga pelakor dijelaskan jika masalahnya sudah didamaikan melalui mediasi Restorative Justice di Polres Pasuruan Kota. Dan sudah terjadi kesepakaran damai antara kedua belah pihak.

Namun berbanding terbalik publik dikejutkan dengan narasi tayangan berita disalah satu media online yang menuliskan terkait peristiwa tersebut diduga secara sepihak dari sisi ILM dengan menyebut dirinya sebagai korban kekerasan.

Publik menilai keterangan ILM di pemberitaan tersebut diduga tidak berdasarkan pada kejadian yang sebenarnya, sehingga dianggap sebagai perilaku tidak etis yang potensi memicu kerancuan dipublik.

Terlebih tidak menghormati hasil mediasi damai yang dilakukan dan disepakati dihadapan penegak hukum Polres Pasuruan Kota.

Sampai berita ini ditayangkan belum ada klarifikasi dari suami Malati, atau sekaligus disebut sebagai pimpinan dari ILM oknum wartawati diduga pelakor.

Sumber berita dikutip dari media lokal

SGL