Kota Pasuruan, SuaraRakyat62.com — Dalam semangat memperkuat ketahanan pangan nasional sebagai bagian dari transformasi Polri yang Presisi, para Peserta Didik (Serdik) Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri Gelombang I Tahun Anggaran 2025 menggelar kegiatan Bhakti Sosial di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota, Rabu (04/05/2025).

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Serdik Sespimmen Polri Gelar Bhakti Sosial Untuk Petani Pasuruan

Kegiatan yang menjadi bagian dari program Kuliah Kerja Profesi (KKP) II ini dipusatkan di Gedung Wichaksana Laghawa Polres Pasuruan Kota, dan dihadiri oleh puluhan petani dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), jajaran pejabat Polres, serta para Serdik Sespimmen.

Mengusung tema “Ketahanan Pangan sebagai Pilar Stabilitas Nasional”, acara ini bukan sekadar seremonial belaka. Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Polri, khususnya para calon pimpinan masa depan, dalam mendukung ketahanan pangan melalui sinergi langsung dengan masyarakat agraris.

Pelaksana Harian (PLH) Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Teddy Chandra, S.I.K., M.S.I., dalam sambutannya menegaskan bahwa Polri memiliki tanggung jawab moral dalam menjaga stabilitas nasional, termasuk di sektor pangan.

“Hari ini, melalui Bhakti Sosial yang diprakarsai oleh Serdik Sespimmen, kami menunjukkan bahwa Polri hadir bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra produktif petani dalam menciptakan Indonesia yang mandiri secara pangan,” ujar AKBP Teddy.

Dalam kegiatan ini, secara simbolis Kompol Afrialdy Agung Perdana, S.H., S.I.K., M.H., salah satu peserta KKP, menyerahkan bantuan kepada perwakilan Gapoktan. Bantuan tersebut mencakup:

  1. Bibit padi unggul yang adaptif terhadap iklim lokal,
  2. Pupuk organik dan nutrisi tanaman,
  3. Alat pertanian sederhana seperti alat semprot, cangkul, dan sarung tangan,
  4. Brosur edukatif tentang pertanian berkelanjutan dan keamanan lingkungan.

Kompol Afrialdy menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian akademik sekaligus langkah konkret membangun empati dan keterlibatan terhadap persoalan riil yang dihadapi masyarakat.

“Kami tidak ingin hanya belajar teori. Kami ingin menyentuh realitas sosial, menjadi bagian dari solusi. Ketahanan pangan bukan hanya urusan petani, tapi tanggung jawab semua elemen bangsa,” jelasnya.

Antusiasme juga datang dari para petani. Suyanto, salah satu anggota Gapoktan, mengapresiasi pendekatan dialogis yang dilakukan oleh para Serdik.

“Biasanya petani hanya jadi objek pembangunan. Tapi hari ini kami dilibatkan, didengar, bahkan diajak berdiskusi soal keamanan pertanian. Ini baru sinergi yang nyata,” katanya.

Dalam sesi interaktif, Serdik juga menyampaikan edukasi kamtibmas seputar pencurian hasil panen, konflik lahan, keamanan irigasi, hingga penyalahgunaan pupuk bersubsidi. Petani didorong menjalin komunikasi aktif dengan Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak keamanan di desa.

Kegiatan ini menegaskan bahwa program KKP II Sespimmen bukan sekadar kewajiban akademik, namun pengabdian langsung yang menyatu dengan semangat Polri Presisi—humanis, adaptif, dan solutif terhadap tantangan strategis nasional.

 

 

Penulis ; Zen_Satuman

Sumber ; Humas Polres Pasuruan Kota