Kota Pasuruan, SuaraRakyat62.com – Suasana haru, bangga, dan bahagia menyatu dalam acara wisuda dan pelepasan 139 siswa Madrasah dan Sekolah Dasar (SD) Nahdatul Waton, Gadingrejo, Kota Pasuruan, Sabtu (21/6/2025). Bertempat di Gedung Madrasah Nahdatul Waton di Jalan Hang Tuah, acara ini menjadi penanda berakhirnya masa belajar 74 siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan 65 siswa SD, sekaligus awal perjalanan menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Momen Penuh Makna: Nahdatul Waton Gadingrejo Rayakan Wisuda 139 Siswa

Acara yang berlangsung meriah tersebut dihadiri oleh ratusan tamu undangan, termasuk wali murid, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan para pengurus Yayasan Nahdatul Waton. Kebahagiaan terpancar dari wajah para siswa dan orang tua, mencerminkan rasa syukur atas pencapaian selama bertahun-tahun menempuh pendidikan.

Dalam sambutannya, Gus Zaimi, M.Pd., memberikan pesan mendalam bagi para siswa. Ia menekankan pentingnya melanjutkan pendidikan dan menjadikan ilmu sebagai bekal untuk memberi manfaat bagi masyarakat.

“Wisuda ini bukan akhir dari proses belajar, tapi justru awal dari perjalanan panjang sebagai generasi penerus bangsa. Saya harap para siswa tidak berhenti di sini, teruslah belajar, berakhlak baik, dan jadilah bagian dari perubahan yang positif di lingkungan kalian,” ujar Gus Zaimi dengan penuh semangat.

Kepala Sekolah SD Nahdatul Waton, Huzaimi, M.Pd., turut menyampaikan rasa bangga atas keberhasilan siswa-siswinya. Ia juga mengapresiasi peran para guru, orang tua, dan seluruh elemen madrasah yang telah bersinergi selama proses pendidikan berlangsung.

“Hari ini adalah bukti nyata bahwa kerja keras, kesabaran, dan kolaborasi antara sekolah, guru, orang tua, dan siswa membuahkan hasil yang luar biasa. Kami berharap, anak-anak kami kelak menjadi generasi yang tangguh, beriman, dan berilmu,” tutur Huzaimi.

Senada dengan itu, Kepala Madrasah Tsanawiyah Nahdatul Waton, Muhammad Muniruddin, S.Ag., mengungkapkan harapannya agar para siswa bisa menjaga nilai-nilai moral dan religius yang telah ditanamkan selama menimba ilmu di madrasah.

Perwakilan wali murid, Siti Romlah, menyampaikan rasa haru dan terima kasih kepada seluruh tenaga pendidik di Nahdatul Waton. Ia menilai acara wisuda ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum yang membekas dalam hati para orang tua dan siswa.

“Saya mewakili orang tua murid merasa sangat terharu. Anak-anak kami bukan hanya diajarkan ilmu pengetahuan, tapi juga akhlak dan kedisiplinan. Terima kasih kepada para guru dan kepala sekolah atas bimbingan dan kasih sayangnya selama ini,” ungkapnya sambil menahan haru.

Acara ditutup dengan penampilan atraktif dari para siswa berupa pertunjukan pencak silat yang memukau, disambung dengan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur. Momen ini menyatukan semua hadirin dalam semangat kebersamaan dan harapan yang tinggi terhadap masa depan para siswa.

Wisuda ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan pendidikan siswa-siswi Nahdatul Waton. Dengan bekal ilmu, budi pekerti, dan doa restu dari para guru dan orang tua, mereka kini siap melangkah lebih jauh menapaki masa depan yang cerah.

 

 

Pewarta ; Moel