Kota Malang, SuaraRakyat62.com – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79, turnamen catur “Bhayangkara Chess Day 2025” digelar meriah di Gedung Malang Creative Center (MCC), Minggu (13/07). Sebanyak 510 atlet catur dari berbagai provinsi adu kecerdasan dan strategi memperebutkan Piala Kapolresta Malang Kota.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Nanang Haryono, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang prestasi, namun juga sarana membentuk karakter generasi muda dan mendekatkan Polri dengan masyarakat.
“Event ini meningkatkan pola pikir strategis sekaligus menggali bibit unggul atlet catur nasional hingga internasional dari Kota Malang. Ini bagian dari semangat Polri untuk Masyarakat,” tegas Kombes Nanang.
Turnamen yang terbagi dalam berbagai kategori ini mendapat apresiasi langsung dari Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, yang hadir dan menyampaikan rasa bangganya.
“Bhayangkara Chess Day ini luar biasa, baru pertama ada piala dari Kapolresta di dunia catur. Saya melihat banyak potensi, bahkan anak usia lima tahun pun ikut bertanding. Ini bukti pembinaan sejak dini benar-benar berjalan,” ujar Wahyu.
Para Pemenang Bhayangkara Chess Day 2025:
- Kategori Polri:
- Juara 1 Nur Pariadi (Polres Banyuwangi),
- Juara 2 Deli Agung Wicaksono (Polda Jatim),
- Juara 3 Bambang Budi Setyawan (Polresta Malang Kota), dst.
Kategori Pelajar SMP Putra & Putri, SD Putra & Putri, dan Umum Senior:
Termasuk pemenang dari SDN Banyu Urip IX Surabaya, MINU Trate Putri Gresik, hingga Choirul Anam dari Kabupaten Probolinggo sebagai juara umum senior.
Total peserta datang dari berbagai penjuru Indonesia, mulai dari Sumatera Barat, Kalimantan, Bali hingga Papua, menjadikan turnamen ini ajang nasional yang mempererat sportivitas dan keberagaman.
Wali Kota Wahyu Hidayat berharap Bhayangkara Chess Day dapat menjadi event tahunan Kota Malang sebagai bagian dari pembinaan generasi atlet masa depan.
“Ini bukti bahwa Polri tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga membangun karakter bangsa lewat olahraga. Bhayangkara Chess Day harus jadi tradisi baru di Malang,” pungkasnya.
Turnamen ini juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan olahraga yang digelar Polresta Malang Kota, termasuk sepak bola amputasi, voli, bulu tangkis, dan lainnya, semua dalam semangat Polri untuk Masyarakat.
Pewarta ; Mak Ila




