Pasuruan, SuaraRakyat62.com – Menyambut peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia, DPRD Kabupaten Pasuruan meminta Pemerintah Daerah segera mengatur penggunaan sound horeg (sound system bervolume tinggi) yang kerap digunakan dalam berbagai acara desa. Desakan ini muncul menyusul banyaknya keluhan warga soal kebisingan, meski sebagian masyarakat masih menginginkan suasana Agustusan yang meriah.

Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat, menyampaikan bahwa pihaknya akan segera mengajukan permohonan resmi kepada Bupati untuk menerbitkan surat edaran khusus mengenai batasan penggunaan sound horeg.
“Dalam waktu dekat, kami akan minta secara resmi agar Bupati menerbitkan surat edaran. Karena penggunaan sound horeg masih marak, seperti dalam acara bersih desa beberapa waktu lalu,” ujarnya, Selasa (22/7/2025).
Samsul menekankan pentingnya menjaga semangat kemerdekaan tanpa mengorbankan ketertiban dan kenyamanan masyarakat.
“Bulan depan, warga tentu berharap suasana meriah. Tapi perlu diatur, misalnya soal jam penggunaan. Jangan sampai larut malam atau kontennya kelewatan,” tambahnya.
DPRD juga menyoroti perlunya aturan yang tidak hanya membatasi volume dan waktu, tetapi juga menjaga norma kesopanan dan nilai-nilai religius dalam pelaksanaan hiburan masyarakat.
“Kami minta hiburan rakyat tetap dalam koridor etika. Tidak boleh ada tarian vulgar, minuman keras, atau konten yang meresahkan,” tegas Samsul.
Pemerintah Kabupaten Pasuruan sendiri disebut tengah menyusun regulasi teknis, termasuk ketentuan izin, jam hiburan, dan konten yang diperbolehkan.
Di sisi lain, sejumlah warga menyatakan dukungannya atas rencana pengaturan tersebut. Mereka berharap aturan yang diterbitkan tidak hanya menjadi formalitas, tetapi benar-benar diterapkan di lapangan.
“Kami setuju Agustusan meriah, tapi jangan sampai mengganggu. Anak-anak susah tidur karena suara keras sampai malam,” ujar Sri Wahyuni, warga Beji.
“Harus ada batas volume dan waktu. Kalau tidak, yang terganggu bukan cuma telinga, tapi juga kenyamanan warga,” ucap Hadi Sutopo, tokoh masyarakat dari Kraton.
Melalui kolaborasi antara DPRD, Pemkab, dan masyarakat, perayaan HUT RI tahun ini diharapkan tetap berlangsung semarak, namun tetap tertib, santun, dan sesuai budaya lokal.
Pewarta ; Zen_Satuman




