Kota Pasuruan, SuaraRakyat62.com – Dewan Pimpinan Kota (DPK) Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kota Pasuruan masa bakti 2026–2031 resmi dikukuhkan dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Pasuruan, Selasa (23/6/2026).

Pengukuhan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara dunia usaha dan pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, peningkatan investasi, serta penciptaan lapangan kerja di Kota Pasuruan.

Acara diawali dengan penampilan seni budaya dari putra-putri Kota Pasuruan yang menampilkan kekayaan budaya lokal dan mendapat apresiasi dari seluruh tamu undangan yang hadir.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo, Wakil Wali Kota Pasuruan Nawawi, Kapolres Pasuruan Kota AKBP Titus Yudho Uly, Penjabat Sekretaris Daerah Lucky Danardono, Ketua HIPMI Kota Pasuruan, jajaran kepala OPD dan UPT di lingkungan Pemerintah Kota Pasuruan, para rektor dan pimpinan perguruan tinggi, perwakilan perbankan, pelaku UMKM, serta para pengusaha di Kota Pasuruan.
Dalam sambutannya, Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo menegaskan bahwa APINDO memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam membangun perekonomian daerah. Menurutnya, keberhasilan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat tidak dapat dilepaskan dari kontribusi dunia usaha yang mampu membuka investasi dan menciptakan lapangan pekerjaan.

“Pengukuhan ini merupakan langkah awal untuk memperkuat kolaborasi dalam kerangka pentahelix. Dunia usaha memiliki andil besar dalam menggerakkan ekonomi, membuka peluang investasi, dan meningkatkan taraf hidup masyarakat. Karena itu, sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha harus terus diperkuat,” ujar Adi Wibowo.
Ia juga mengingatkan bahwa tantangan ekonomi ke depan tidaklah ringan. Perubahan ekonomi global, fluktuasi harga energi, dinamika kebijakan fiskal, hingga persaingan usaha yang semakin kompetitif harus dihadapi secara bersama-sama dengan semangat kolaborasi.
Wali Kota menyampaikan tiga harapan besar kepada kepengurusan APINDO yang baru, yakni menjadi mitra pemerintah dalam menyediakan lapangan kerja, mendorong pertumbuhan industri yang berkeadilan dan ramah lingkungan, serta memperkuat ekonomi sirkular dan pemberdayaan UMKM sebagai penopang ekonomi lokal.

Selain itu, ia menekankan pentingnya sinkronisasi antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri agar sumber daya manusia lokal memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
Sementara itu, Ketua APINDO Kota Pasuruan, Wahbi Ahmad, menegaskan komitmennya untuk menjadikan APINDO sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam memperkuat iklim investasi dan meningkatkan daya saing ekonomi.
“Kami siap mengemban amanah ini dengan penuh tanggung jawab. APINDO akan hadir sebagai jembatan antara dunia usaha dan pemerintah, sekaligus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan,” tegas Wahbi.

Ia menjelaskan bahwa program prioritas APINDO ke depan meliputi pembangunan komunikasi yang produktif antara dunia usaha dan pemerintah, peningkatan kapasitas pelaku usaha dan UMKM melalui transformasi digital, serta penguatan hubungan industrial yang harmonis antara pengusaha, pekerja, dan pemerintah.
Menurut Wahbi, Kota Pasuruan memiliki potensi besar sebagai kawasan industri dan perdagangan di Jawa Timur. Potensi tersebut harus dimaksimalkan melalui kerja sama yang kuat dan kebijakan yang berpihak pada pertumbuhan ekonomi.
Di kesempatan yang sama, perwakilan APINDO Jawa Timur, Jhonson Simanjuntak, menyampaikan bahwa hubungan yang harmonis antara pemerintah dan dunia usaha merupakan fondasi utama dalam menciptakan iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan.
“Kami berharap kepengurusan baru APINDO Kota Pasuruan mampu menjadi penggerak utama dalam meningkatkan investasi, memperkuat usaha rakyat, meningkatkan kualitas tenaga kerja, serta menciptakan lingkungan usaha yang kompetitif dan berwawasan lingkungan,” katanya.

Pengukuhan pengurus baru APINDO Kota Pasuruan ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya berbagai program strategis yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara lebih inklusif.
Pengukuhan Dewan Pimpinan Kota APINDO Kota Pasuruan masa bakti 2026–2031 bukan sekadar pergantian kepengurusan organisasi, melainkan menjadi tonggak baru untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat. Di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang, semangat kebersamaan dan sinergi menjadi modal utama untuk menciptakan iklim investasi yang sehat, membuka lapangan pekerjaan, serta memperkuat perekonomian daerah. Dengan kepengurusan baru ini, APINDO Kota Pasuruan diharapkan mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berdaya saing, dan membawa kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Kota Pasuruan.
(Yus)




