Trenggalek, SuaraRakyat62.com – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Trenggalek, Doding Rahmadi, menegaskan bahwa penyelenggaraan kompetisi sepak bola usia dini secara rutin merupakan langkah strategis untuk melahirkan bibit-bibit atlet berbakat sekaligus meningkatkan prestasi sepak bola daerah. Menurutnya, pembinaan atlet tidak cukup hanya melalui latihan, tetapi harus didukung dengan kompetisi yang berjenjang dan berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Doding saat membuka Turnamen Sepak Bola Piala Kemerdekaan RI di Stadion Menak Sopal, Trenggalek, Senin (13/7/2026). Turnamen yang diikuti tim tingkat SMP dan SMA sederajat dari berbagai kecamatan itu menjadi bagian dari upaya pembinaan atlet muda sekaligus menumbuhkan budaya sportivitas di kalangan pelajar.
Menurut Doding, turnamen tidak hanya menjadi ajang memperebutkan gelar juara, tetapi juga wadah membangun karakter, mental bertanding, serta memperkuat semangat fair play di kalangan generasi muda.
“Turnamen ini menjadi momen untuk meneguhkan Trenggalek sebagai daerah yang menjunjung tinggi sportivitas,” ujarnya.
Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek tersebut menilai perkembangan sepak bola di daerahnya menunjukkan tren yang positif. Hal itu ditandai dengan semakin banyaknya Sekolah Sepak Bola (SSB) yang bermunculan hingga ke tingkat desa. Potensi tersebut, menurutnya, harus diimbangi dengan penyelenggaraan kompetisi secara rutin agar para pemain muda memiliki jam terbang yang cukup.
“Kompetisi di berbagai kelompok usia harus terus digulirkan. Dengan begitu, bibit-bibit pesepak bola akan lebih mudah ditemukan dan dibina,” katanya.
Doding juga mengingatkan bahwa Trenggalek pernah memiliki kebanggaan melalui Persiga Trenggalek yang mampu bersaing di level kompetisi nasional. Semangat tersebut, menurutnya, perlu dihidupkan kembali melalui pembinaan yang konsisten sejak usia dini.
Sebagai Ketua KONI Kabupaten Trenggalek, ia menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dalam mengembangkan sepak bola daerah, mulai dari pembinaan atlet, penyelenggaraan kompetisi, hingga peningkatan prestasi.
“PSSI harus terus menggulirkan kompetisi agar lahir pemain-pemain terbaik yang mampu mengharumkan nama Trenggalek,” tegasnya.
Selain mengejar prestasi, Doding berharap Turnamen Piala Kemerdekaan RI mampu menjadi sarana memperkuat persatuan, menanamkan nilai disiplin, serta membentuk karakter generasi muda melalui olahraga.
“Selamat bertanding, junjung tinggi fair play, dan jadikan setiap pertandingan sebagai momentum mempererat persatuan dalam semangat kemerdekaan,” pungkasnya.
Melalui penyelenggaraan kompetisi yang berkesinambungan, KONI Kabupaten Trenggalek berharap semakin banyak atlet sepak bola potensial yang lahir dari daerah dan mampu berprestasi, baik di tingkat regional maupun nasional.
(Yoyok)




