SUARARAKYAT62, ROKAN HULU – Harga komoditas kelapasawit di sejumlah Pabrik Kelapa Sawit (PKS), RAM, dan peron kembali menunjukkan tren positif dalam sepekan terakhir.

Sebelumnya, harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit sempat terjun bebas hingga sekitar Rp800 per kilogram, menyebabkan banyak petani dan pemasok mengalami kerugian akibat penurunan harga yang terjadi secara tiba-tiba.
Namun, pada Sabtu (6/6/2026), kondisi pasar mulai membaik. Harga sawit yang sebelumnya berada di kisaran Rp2.660 per kilogram kini telah naik menjadi sekitar Rp3.380 per kilogram.
Kenaikan tersebut disambut baik oleh para petani yang selama beberapa waktu terakhir mengeluhkan anjloknya harga sawit. Meski nilai tukar rupiah masih mengalami tekanan, perbaikan harga sawit dinilai mampu memberikan harapan baru bagi petani dan pelaku usaha perkebunan.
Sejumlah petani berharap tren kenaikan ini dapat terus berlanjut sehingga harga TBS kembali stabil dan mampu meningkatkan pendapatan Masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor perkebunan kelapa sawit.
“Kami berharap harga tidak turun lagi secara drastis seperti beberapa waktu lalu. Dengan harga di atas Rp3.300 per kilogram, petani sudah mulai bisa menutupi biaya operasional kebun,” ujar salah seorang petani sawit di Rokan Hulu.
Kondisi ini juga menjadi angin segar bagi perekonomian daerah, mengingat sektor kelapa sawit masih menjadi salah satu penopang utama ekonomi masyarakat di Kabupaten Rokan Hulu.
Sebelumnya, Wakil Bupati Rokan Hulu Safaruddin Poti dan Dinas perkebunan sidak beberapa Pabrik Minyak Kelapa Sawit di Rokan Hulu yaitu PT.SKA, PT.SAI dan PT.RSI untuk memastikan harga TBS diangka Normal.(es)




