Ngawi, SuaraRakyat62.com – Antusiasme masyarakat dalam mencari peluang kerja terlihat membludak dalam gelaran Grisa Job Fair 2026 yang digelar di halaman SMK PGRI 1 Ngawi, Rabu (13/5/2026). Sedikitnya sekitar 1.000 pencari kerja memadati lokasi kegiatan untuk berburu lowongan pekerjaan dari puluhan perusahaan yang ikut ambil bagian.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Job Fair Ngawi 2026 Buka Harapan Baru bagi Ribuan Pencari Kerja

Kegiatan job fair tersebut menghadirkan 25 perusahaan dari berbagai sektor industri. Sebanyak 17 perusahaan di antaranya merupakan perusahaan yang telah beroperasi di Kabupaten Ngawi. Tidak hanya diminati warga lokal, acara itu juga menarik perhatian pencari kerja dari luar daerah.

Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, yang hadir membuka kegiatan mengatakan bahwa job fair menjadi bentuk sinergi nyata antara pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan sektor industri dalam menjawab kebutuhan ketenagakerjaan di Kabupaten Ngawi.

Kegiatan tersebut melibatkan Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Tenaga Kerja, Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, lembaga pendidikan, serta sejumlah perusahaan dan pelaku industri.

“Job fair ini adalah bentuk sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan perusahaan atau industri. Fungsi kita menjembatani kebutuhan tenaga kerja perusahaan agar bisa terpenuhi, sekaligus memastikan potensi SDM Kabupaten Ngawi bisa terserap di berbagai lapangan pekerjaan,” ujar Wabup yang akrab disapa Antok saat di konfirmasi awakmedia, Kamis (14/05/2026).

Menurutnya, penyerapan tenaga kerja memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Kabupaten Ngawi menunjukkan tren positif, sementara angka kemiskinan terus mengalami penurunan.

“Ini bentuk nyata upaya Pemerintah Kabupaten Ngawi untuk memberikan fasilitas kepada masyarakat dalam mencari pekerjaan,” katanya.

Tingginya minat masyarakat terlihat dari ramainya antrean di setiap stan perusahaan. Hingga pelaksanaan berlangsung, jumlah pendaftar secara daring tercatat mencapai sekitar 1.000 orang, belum termasuk pelamar yang datang langsung ke lokasi.

Selain menyediakan lowongan kerja lokal, job fair tersebut juga membuka peluang kerja di luar daerah hingga luar negeri. Hal itu menjadi daya tarik tersendiri bagi para pencari kerja yang ingin mendapatkan kesempatan lebih luas di dunia industri.

Wabup Antok menilai kualitas dan kuantitas sumber daya manusia di Kabupaten Ngawi menjadi salah satu faktor penting yang diperhatikan investor sebelum menanamkan modal di daerah.

“Investor melihat bagaimana kualitas dan kuantitas SDM kita. Itu menjadi salah satu indikator atau parameter sebelum mereka menanamkan investasi di Kabupaten Ngawi,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa sejumlah perusahaan yang belum beroperasi di Ngawi mulai melakukan proses rekrutmen tenaga kerja. Beberapa di antaranya seperti PT Sintek dan perusahaan lain yang masih dalam tahap persiapan operasional.

“Ini menunjukkan bahwa potensi tenaga kerja di Kabupaten Ngawi mulai dilirik dan dipersiapkan untuk mendukung kebutuhan industri ke depan,” pungkasnya.

Melalui kegiatan seperti Grisa Job Fair 2026, Pemerintah Kabupaten Ngawi berharap dapat terus membuka akses lapangan pekerjaan yang lebih luas bagi masyarakat sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia daerah. Kehadiran perusahaan lokal maupun luar daerah diharapkan menjadi sinyal positif tumbuhnya investasi dan peluang ekonomi baru di Kabupaten Ngawi.

 

 

(Pr)