Ngawi, SuaraRakyat62.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Musyawarah Ranting (Musran) dan Musyawarah Anak Ranting (Musanran) sebagai bagian dari konsolidasi organisasi menjelang pembentukan kepengurusan baru di tingkat ranting dan anak ranting.

Persiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi (rakor) yang diikuti Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB) Pengurus Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Ngawi di Gedung Fatmawati DPC PDI Perjuangan Ngawi, Sabtu (18/7/2026).
Rakor turut dihadiri anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Ngawi selaku pengampu wilayah PAC, serta Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Ir. Budi Sulistyono (Kanang).
Dalam forum tersebut, jajaran pengurus membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari kesiapan teknis pelaksanaan Musran dan Musanran hingga penetapan jadwal yang direncanakan berlangsung pada akhir Juli hingga awal Agustus 2026.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, mengatakan rapat koordinasi digelar untuk memastikan seluruh struktur partai memiliki pemahaman dan langkah yang sama dalam melaksanakan agenda organisasi yang menjadi bagian penting dari proses konsolidasi internal.
“Mengingat penting dan strategisnya agenda Musran dan Musanran, maka diselenggarakan rapat koordinasi ini,” ujar pria yang akrab disapa Mas Antok.
Menurutnya, Musran dan Musanran bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat organisasi melalui pembentukan struktur yang lebih adaptif, solid, dan mampu menjawab tantangan zaman.
Mas Antok berharap, melalui proses musyawarah tersebut, akan lahir pengurus ranting dan anak ranting yang memiliki kapasitas organisasi, mampu membangun kolaborasi dengan masyarakat, serta aktif menjalankan program-program partai di tingkat akar rumput.
“Sehingga dapat terbentuk pengurus ranting yang adaptif, mampu menjawab kebutuhan zaman, serta mampu berkolaborasi dengan baik bersama masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, fokus utama DPC PDI Perjuangan Ngawi pada pekan ketiga Juli hingga awal Agustus 2026 adalah menyukseskan pelaksanaan Musran dan Musanran di seluruh wilayah Kabupaten Ngawi.
“Mulai akhir Juli hingga awal Agustus, kami berharap pelaksanaan musyawarah ranting dapat berjalan dengan baik,” tambahnya.
Sesuai rencana, Musran akan dilaksanakan di masing-masing kecamatan. Sebelum pelaksanaan musyawarah, setiap ranting terlebih dahulu menggelar rapat pleno untuk menyusun usulan personalia kepengurusan sesuai mekanisme organisasi.
Dalam penyusunan kepengurusan baru, DPC PDI Perjuangan Ngawi juga memberikan perhatian terhadap regenerasi kader dengan mendorong keterlibatan generasi Z dan milenial sebagai pengurus di tingkat desa, kelurahan, maupun dusun. Selain itu, keterwakilan perempuan juga menjadi bagian penting dalam komposisi kepengurusan agar organisasi semakin inklusif.
Sementara itu, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Ir. Budi Sulistyono (Kanang), menegaskan bahwa kekuatan partai berawal dari kokohnya struktur organisasi di tingkat ranting. Karena itu, ia mengajak seluruh kader untuk memanfaatkan Musran sebagai momentum memperkuat konsolidasi sekaligus meningkatkan kedekatan dengan masyarakat.
“Mari bersama-sama kita bangun kembali elektoral yang kuat, salah satunya dengan mempersiapkan pengurus ranting yang kuat, baik secara organisasi maupun personalianya,” ujar anggota DPR RI tersebut.
Melalui pelaksanaan Musran dan Musanran, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi berharap dapat memperkuat soliditas organisasi hingga tingkat akar rumput, sekaligus menyiapkan kepengurusan yang responsif terhadap dinamika masyarakat dan mampu menjalankan fungsi partai secara efektif dalam mengawal aspirasi rakyat.
(Pur)




