Scroll Untuk Lanjut Membaca
Tol Malang–Kepanjen: Investasi Rp10,7 Triliun, Ditargetkan Beroperasi 2027, 4 Gerbang Akses Terhubung JLS Menuju Pantai Selatan

MALANG, Suararakyat62.Com

Pemerintah Kabupaten Malang memastikan proyek Jalan Tol Malang-Kepanjen akan segera masuk tahap lelang dan persiapan fisik pada tahun 2027. Tol ini dirancang terhubung langsung dengan Jalan Lintas Selatan / JLS menuju Pantai Selatan.

Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma, S.T., M.T menyampaikan hal itu di Pendopo Agung, Kabupaten Malang, Minggu (24/8/26).

“Saat ini kementerian sedang menjaring investor. Karena jalan tol ini bukan dari anggaran APBN tapi dari swasta dan skema KPBU. Nantinya mereka yang punya privilege menjadi badan usaha,” ujarnya.

Tol Malang-Kepanjen akan dibangun sepanjang 30-33 kilometer dengan estimasi investasi Rp10 hingga Rp10,7 triliun di luar pembebasan lahan. Proyek ini akan memiliki 4 titik exit tol di wilayah Pakisaji, Gondanglegi, Kromengan, dan Kepanjen.

Konektivitas ke JLS
JLS dirancang terhubung dengan jalur poros Gondanglegi hingga Pantai Balekambang untuk mempercepat akses wisata, pendidikan, ekonomi, dan logistik ke wilayah Pantai Selatan.

“Skema konektivitas dengan JLS ini menjadi nilai tambah. Ini akan menghidupkan Jawa Timur bagian selatan,” kata Khairul.

Ia menambahkan, kontrak kerja proyek sudah selesai Mei 2026 dengan target selesai Desember 2026. Untuk progres JLS di Blitar saat ini tersisa kurang 5 km dan ditargetkan selesai tahun ini.

Dorong 4 Poros Jalan ke JLS
Selain tol, Pemkab juga fokus membangun 4 poros jalan ke JLS. Jalur Pagak-Kalipare-Donomulyo-Pujiharjo sudah ada investasi masuk Rp25 miliar dari pengajuan Rp125 miliar.

Untuk Kalipare-Donomulyo diajukan Rp60 miliar dan Pujiharjo Rp10 miliar. Jalur provinsi arah Sendang Biru sudah tuntas, sementara poros Gondanglegi-Balekambang dan Kepanjen-Donomulyo masih proses.

“Semua ini untuk meningkatkan potensi ekonomi Jawa bagian selatan,” pungkasnya.(ila)