Surabaya, SuaraRakyat62.com – Pemerintah Kota Surabaya resmi menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026 sebesar Rp12,7 triliun. Dari total anggaran tersebut, pendapatan daerah ditargetkan mencapai Rp10,898 triliun yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pendapatan transfer. Sementara itu, PAD diproyeksikan sebesar Rp8,198 triliun, dengan total belanja daerah mencapai Rp12,731 triliun.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa penetapan APBD 2026 akan menjadi dasar percepatan pelaksanaan pembangunan di Kota Pahlawan.
“Kita segera melaksanakan pembangunan untuk tahun mendatang. Karena kita sudah bisa melakukan seperti persiapan lelang dan lain-lain. Prosesnya sudah bisa dilakukan, sehingga nanti Januari bisa jalan,” ujar Eri saat di konfirmasi awakmedia, Rabu (12/11/2025).
Politisi PDI Perjuangan itu juga menjelaskan bahwa Pemkot akan mendorong peningkatan PAD melalui optimalisasi aset daerah agar tidak mangkrak dan memiliki nilai ekonomis.
“Setiap tahun kan PAD sekitar Rp8 triliun. Tapi tahun depan kita akan banyak melakukan optimalisasi aset yang ada. Jangan sampai mangkrak, disewakan,” katanya.
Selain optimalisasi aset, Pemkot juga menambah titik pemasangan reklame sebagai salah satu strategi meningkatkan pendapatan daerah.
“Yang kedua, kita akan menaikkan PAD dari reklame. Jadi nanti di posisi jalan itu bisa neon box sehingga terang, tapi listriknya bukan kita yang bayar. Kita tetap mendapatkan pendapatan,” jelasnya.
Upaya ini dilakukan sebagai langkah menutup defisit akibat pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat. Surabaya kehilangan potensi pendapatan sekitar Rp1,3 triliun dari TKD dan pajak opsen.
“Dengan pemotongan TKD, maka kita harus berinovasi. TKD sekitar Rp730 miliar dan pajak opsen sekitar Rp600 miliar, berarti kita kurang Rp1,3 triliun. Maka kita harus bisa inovasi,” tegas Eri.
Terkait rencana reklame, Eri memastikan penambahan titik akan dibuat eksklusif sesuai karakteristik wilayah.
“Kita buat titik baru, tapi eksklusif. Dibedakan jalan utama dan bukan jalan utama,” pungkasnya.
Dengan penetapan APBD lebih awal, Pemkot Surabaya menargetkan seluruh program pembangunan, pelayanan publik, hingga peningkatan kesejahteraan dapat berjalan tanpa kendala di awal tahun 2026. Langkah inovatif ini diharapkan mampu menjaga stabilitas fiskal Surabaya serta memastikan roda perekonomian daerah tetap bergerak.
(Miko)




