Kota Pasuruan, SuaraRakyat62.com — Dalam suasana penuh kekhidmatan Hari Raya Idul Adha 1446 H, para kader dan alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Pasuruan menggelar acara silaturahmi dan refleksi kebangsaan di kediaman almarhum Pudjo Basuki, mantan Wakil Wali Kota Pasuruan periode 2000–2010, yang berlokasi di Jalan Slagah No. 26, Kelurahan Pekuncen, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, Sabtu (7/6/2025).

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Kader dan Alumni GMNI Pasuruan Gelar Silaturahmi Idul Adha dan Refleksi Bulan Bung Karno

Kegiatan ini diinisiasi oleh Tatit Panji, alumni GMNI Universitas Airlangga angkatan 2011, yang juga merupakan putra dari almarhum Pudjo Basuki. Acara tersebut mengusung semangat Idul Adha sebagai momentum untuk mempererat tali persaudaraan, memperkuat semangat kolektifitas antar kader, serta mengenang jasa-jasa Bung Karno sebagai pendiri bangsa dan tokoh sentral dalam ideologi GMNI.

“Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus refleksi atas nilai-nilai perjuangan Bung Karno, apalagi bertepatan dengan Bulan Bung Karno dan hari kelahiran beliau,” ujar Panji sapaan akrabnya.

Acara ini tidak hanya dihadiri oleh kader aktif, tetapi juga alumni lintas generasi. Subara Cahyo Winoro, alumni GMNI Universitas Merdeka (UMER) Malang angkatan 2016, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.

“Ini merupakan ruang strategis untuk menjalin komunikasi antar generasi dalam GMNI. Tidak sekadar nostalgia, tapi membangun kesinambungan perjuangan,” kata Subara.

Sementara itu, Ica, kader GMNI yang saat ini menempuh pendidikan di Universitas Brawijaya Malang, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kesempatan untuk berdialog langsung dengan para alumni.

“Melalui silaturahmi ini, kami para kader muda mendapatkan banyak pelajaran dari para senior. Ini adalah bagian dari proses pembesaran organisasi dan penguatan ideologi,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan akrab. Sejumlah senior GMNI Kota Pasuruan turut hadir, di antaranya Tuji, Slip, dan beberapa tokoh lainnya yang telah berkiprah di berbagai bidang.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa semangat nasionalisme, gotong royong, dan kekeluargaan yang ditanamkan oleh Bung Karno tetap hidup dalam tubuh GMNI lintas generasi. Selain sebagai bentuk penghormatan terhadap tokoh-tokoh perjuangan lokal seperti Pudjo Basuki, acara ini juga memperkuat komitmen kader dalam melanjutkan perjuangan ideologis di masa kini.

 

Pewarta ; Zen_Satuman