Kab.Madiun – Suararakyat62.com – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Madiun terjadi pada Sabtu (15/3) mengakibatkan banjir di sebagian wilayah Kabupaten Madiun.
Banjir tersebut membawa duka kesedihan salah satu rumah warga diketahui Wahyudiono(76 tahun) seorang kakek asal Desa Pintu, Kecamatan Dagangan, tewas saat shalat Magrib rumahnya ambrol hanyut terbawa derasnya aliran arus sungai brangkal.

Dengan sangat sedih Zainal Arifin, anak dari korban mengatakan bahwa saat itu, ” bapak Wahyudiono (korban) sedang melakukan ibadah sholat magrib usai buka puasa dan saya diluar rumah
“Kejadiannya, tiba-tiba ada suara gemuruh dan rumah sudah ambrol ikut terbawa arus air,” ujarnya sedih
Lebih jauh Zainal Arifin mengungkapkan bahwa peristiwa itu terjadi begitu cepat dan tidak ada tanda-tanda
ia tinggal bertiga bersama dengan orang tuanya itu, mengungkapkan bahwa bagian rumah yang ambrol yakni sebelah kamar samping
Menurut warga sekitar lokasi yang langsung mengetahui ,menyebut bahwa kejadian ambrolnya rumah pak Wahyudiono terjadi pada saat sholat maghrib.
karena salah satu tanggul jembatan yang terjadi longsor karena tergerus arus air sungai,”
Korban, hingga saat ini belum di temukan pihak BPBD Kabupaten Madiun bersama warga terus melakukan pencarian korban hilang terbawa arus banjir.
Pewarta ; Puryadi




