Pasuruan, SuaraRakyat62.com – Berawal dari hobi bersama komunitas pecinta burung, Supriadi (43), warga Dusun Plugon, Desa Susukan Rejo, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan, kini sukses mengembangkan usaha ternak burung perkutut yang hasilnya tidak dapat dianggap remeh. Usaha yang ditekuninya sejak 2017 ini kini telah menghasilkan lebih dari seratus ekor burung dari berbagai jenis unggulan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Supriadi Warga Plugon Raup Penghasilan dari Ternak Perkutut, Pesanan Tembus ke Luar Jawa

Di antara koleksi ternaknya terdapat jenis-jenis favorit seperti Perkutut Putih Lurik, Cemani Mojopahit, Golden Ori, Udan Mas, Bangkok, hingga Silver. Keragaman jenis inilah yang membuat usahanya diminati dan memiliki pelanggan luas dari berbagai daerah.

Supriadi menceritakan bahwa awal mula usaha ini hanya sebatas hobi. Namun karena banyak teman komunitas yang memesan, ia mulai melihat peluang besar dari ternak perkutut.

“Dulu hanya coba-coba ikut teman hobi. Ternyata banyak yang tertarik sama kualitas suara dan jenis burung yang saya ternakkan. Dari situ saya mulai serius. Sekarang alhamdulillah sudah kirim ke berbagai kota bahkan antar provinsi,” terang Supriadi, Kamis (27/11/2025).

Untuk pemasaran, Supriadi mengandalkan aplikasi jual-beli online yang terbukti sangat efektif menjangkau pembeli dari luar daerah. Ia menyebut bahwa transaksi terbanyak berasal dari Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Kalimantan Selatan. Bahkan beberapa pembeli memilih sistem COD karena ingin memastikan langsung kondisi burung.

“Pemesan paling banyak lewat aplikasi online. Kadang sehari bisa beberapa transaksi. Kalau pembeli dekat, biasanya COD. Yang jauh ya saya kirim pakai ekspedisi. Pernah juga kirim sampai Kalimantan,” jelasnya.

Dari usaha ini, Supriadi mampu mendapat penghasilan sekitar Rp5 juta setiap bulan. Selain burung perkutut, ia juga memproduksi perlengkapan seperti sangkar, tempat minum, dan tempat pakan yang semakin memperluas sumber pendapatannya.

Tak hanya bicara keuntungan, Supriadi menekankan bahwa kunci keberhasilannya adalah ketelatenan dalam merawat burung dan menjaga kualitas suara.

“Perkutut itu harus telaten. Mulai dari pakan, kebersihan sangkar, sampai penjemuran. Kalau dirawat benar, suaranya bagus dan harganya ikut naik. Itu yang bikin pelanggan percaya,” tambahnya.

Salah satu pelanggan setianya, H. Agus, warga Sentong, mengaku puas dengan kualitas perkutut dari Supriadi. Ia sudah beberapa kali membeli dan selalu mendapatkan burung dengan suara yang sesuai harapan.

“Burungnya suaranya bagus-bagus, sesuai sama yang ditawarkan. Saya sudah beli beberapa kali dan tidak pernah kecewa. Pelayanannya juga enak, ramah dan mau menjelaskan detail perawatannya,” ujar H. Agus.

Dengan semakin banyaknya peminat burung perkutut di berbagai daerah, Supriadi berharap usahanya bisa terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi warga lain yang ingin memulai usaha dari hobi.

“Semoga ke depan bisa makin besar, bisa buka kandang lebih lengkap dan bisa bantu teman-teman lain yang ingin belajar ternak,” tutupnya.

 

(Moel)