Jakarta, SuaraRakyat62.com – Ketua DPR RI Puan Maharani menghadiri pemusnahan barang bukti narkoba hasil sitaan Polri dari berbagai pengungkapan kasus di seluruh Indonesia. Acara yang digelar di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta, Rabu (29/10/2025), menjadi simbol keseriusan negara dalam perang melawan narkoba.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
214 Ton Narkoba Dimusnahkan, Puan Tegaskan: Selamatkan Generasi Muda, Selamatkan Masa Depan Bangsa

Kegiatan ini turut dihadiri Presiden Prabowo Subianto, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, para menteri, pimpinan lembaga, serta sejumlah anggota DPR, termasuk Wakil Ketua Komisi III DPR Rano Al Fath. Sebelum dimusnahkan, Presiden Prabowo menyaksikan proses verifikasi barang bukti oleh Puslabfor Polri bersama para saksi dari BPOM, Kemenkes, Kejagung, dan GRANAT.

Dalam pemusnahan tersebut, Polri memusnahkan 214,84 ton barang bukti narkoba senilai Rp29,37 triliun, terdiri dari ganja, sabu, ekstasi, tembakau gorila, obat keras, kokain, heroin, hingga happy five. Pemusnahan simbolis dilakukan Presiden Prabowo dan disaksikan langsung oleh Puan.

Puan memberikan apresiasi kepada Polri atas kerja keras dalam memberantas narkoba yang dianggap sebagai ancaman nyata terhadap masa depan bangsa.

“Pemusnahan ini bukan hanya simbol penegakan hukum, tetapi pengingat bahwa narkoba adalah musuh bangsa. Jika generasi muda terjerat narkoba, maka masa depan Indonesia akan terampas,” tegas Puan.

Ia menegaskan DPR RI mendukung penuh kebijakan dan penguatan anggaran pemberantasan narkoba, termasuk rehabilitasi korban penyalahgunaan. Menurutnya, perang melawan narkoba tidak bisa hanya dilakukan aparat, tetapi perlu menjadi gerakan nasional mulai dari keluarga, sekolah, komunitas, hingga dunia digital.

“Jangan pernah beri ruang bagi peredaran narkoba. Kita harus lindungi generasi muda dan masa depan bangsa,” ujarnya.

Polri mencatat, sejak Januari hingga Oktober 2025 telah diungkap 38.934 kasus dengan 51.763 tersangka. Sebanyak 1.072 orang direhabilitasi melalui pendekatan keadilan restoratif.
Puan mengingatkan bahwa sindikat internasional terus mencari cara menyelundupkan narkoba ke Indonesia, sehingga kewaspadaan harus terus ditingkatkan.

Polri menyebut pemusnahan 214 ton barang bukti ini setara dengan penyelamatan 629 juta jiwa dari potensi penyalahgunaan. Atas pencapaian ini, Puan memberikan penghargaan kepada Polri dan seluruh pihak yang terlibat.
Ia menegaskan, keberhasilan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045 sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia (SDM) yang sehat dan produktif.

“Narkoba dapat menghancurkan satu generasi. Dan jika satu generasi hilang, hilang pula masa depan bangsa. Mari pastikan Indonesia Emas 2045 menjadi warisan bagi generasi bebas narkoba,” tutup Puan.

Pemusnahan 214 ton barang bukti ini bukan akhir dari perjuangan, melainkan tanda bahwa perang melawan narkoba harus terus berjalan tanpa kompromi. Dengan persatuan, kesadaran, dan partisipasi semua elemen bangsa, Indonesia memiliki peluang besar untuk menang dalam perang panjang ini, demi masa depan generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter.

 

 

(Goek)